April 4, 2026

Lukas Uwuratuw Sentuh Hati Peserta Forum, Ajak Libatkan Pengusaha Lokal di Tanimbar

Oleh : joko

Suara Lukas Uwuratuw Menggema di Forum Konsultasi Publik: Dari Curhat ke Strategi Investasi, Ketika Lukas Uwuratuw Bicara Selaru dan Hilirisasi, Forum Tanimbar Terdiam Mendengar

http://suaraanaknegerinews.com | Jumat siang itu, langit Saumlaki berwarna pucat, seolah menunggu sesuatu yang penting terjadi.Di Lobi Ruang Pertemuan Resto 3 Koki, derap langkah para peserta bercampur dengan suara gesekan kursi.

Spanduk bertuliskan Forum Konsultasi Publik Penanaman Modal dan Penyelenggaraan Perizinan membentang rapi di dinding, menyambut para tokoh, pelaku usaha, dan perwakilan pemerintah.

Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa hadir, duduk berdampingan dengan pimpinan DPRD dan para kepala OPD. Namun semua mata benar-benar tertuju ketika seorang pria sepuh, berkemeja sederhana namun penuh wibawa, melangkah masuk ke ruang pertemuan: Lukas Uwuratuw, mantan Wakil Bupati pertama Maluku Tenggara Barat, sang “maestro politik” Tanimbar.

Curhat yang Menggetarkan Ruang

Dengan nada tenang namun tegas, Lukas memulai angkat bicara pada sesi diskusi. Ia tidak sekadar mengucapkan terima kasih, tetapi menuturkan betapa forum ini menjadi ruang curhat kolektif bagi pengusaha dan pemerintah.

“Jangan hanya omon-omon,” katanya sambil menatap hadirin, “Kalau mau menyelesaikan masalah, tunjukkan hasilnya sampai tuntas.”

Suara beliau bergetar, bukan karena lelah, tetapi karena beban pikiran tentang masa depan Tanimbar. Ia menegaskan, investasi di Tanimbar tidak boleh hanya mengundang pengusaha besar dari luar, tetapi harus melibatkan pengusaha lokal sebagai mitra sejajar.

0-0x0-0-0#

Isu Besar: KEK Selaru dan Hilirisasi

Sorot matanya mengeras saat menyebut satu nama: Pulau Selaru.
Lukas menjelaskan, setelah proyek raksasa Blok Masela memasuki tahap onstream, akan ada pengurangan besar-besaran tenaga kerja.

“Kalau kita tidak siapkan dari sekarang, masyarakat kita hanya akan jadi penonton,” ujarnya.

Ia membayangkan Selaru menjadi kawasan hilirisasi yang memanfaatkan limbah gas menjadi pupuk, petrokimia, dan industri lain, menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

“Ini bukan mimpi, ini keharusan. Mari kita bergandengan tangan dengan bupati dan DPRD untuk mempersiapkan masa depan ini,” tegasnya, disambut serius para hadirin dengan hangat.

Dukungan dari Para Pemangku Kepentingan

Kepala BPS Kepulauan Tanimbar, Freddy Abrahams, yang turut hadir, memberi penguatan. Baginya, forum ini adalah wadah penting untuk mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha, memecahkan masalah yang selama ini menggantung.

“Keberadaan pengusaha sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah harus memfasilitasi usulan mereka demi terciptanya iklim usaha yang sehat,” katanya.

Plt. Kepala DPMPTSP, Yongky Souisa, S.STP., menambahkan, FKP semacam ini harus menjadi agenda rutin. Ia mengajak media untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai seluruh layanan publik, agar transparansi benar-benar terasa hingga ke akar rumput.

0-0x0-0-0#

Dialog dan Rekomendasi

Diskusi berlangsung intens. Mulai dari percepatan perizinan berbasis risiko, tantangan regulasi yang cepat berubah, sistem OSS yang belum optimal, hingga penertiban Perizinan Bangunan Gedung (PBG). Bupati Ricky menegaskan, semua tantangan itu hanya bisa diatasi dengan sinergi penuh antar-instansi dan dukungan masyarakat.

Forum ini ditutup dengan penyusunan berita acara berisi rekomendasi, yang diharapkan menjadi pijakan kebijakan investasi Tanimbar ke depan.

0-0x0-0-0#

Pesan Penutup yang Menggetarkan

Sebelum meninggalkan ruang pertemuan, Lukas Uwuratuw menatap hadirin sekali lagi.

“Kita punya persoalan besar di depan. Tapi kalau kita bersama, bergandengan tangan, semua bisa kita atasi. Ini demi Tanimbar, rumah kita,” ucapnya.

Kata-kata itu menggantung di udara, meninggalkan kesan mendalam. Di luar, awan mulai menipis, seakan memberi tanda bahwa Tanimbar punya harapan baru, harapan yang lahir dari keberanian bicara, komitmen kerja, dan keinginan tulus untuk membangun bersama.