April 2, 2026
Copilot_20260309_053624

Yusufachmad Bilintention

Sesungguhnya aku tak bersungguh-sungguh,
Kesungguhan ini hanyalah karena kata.
Kata tak terungkap hanya lewat suara,
Maka biarlah goresan pena berbisik pelan.
Bukan amarah, bukan pasrah, bukan sekadar tanda,
Inilah mata kata—yang menatap makna.

Mata membimbing menuju arti,
Keluh lidah menahan logika.
Barangkali harus dengan jurus sederhana:
Lurus, jernih, menembus kabut menuju makna.

Kadang maksud tak selalu setia,
Kalut pikiran menyulut cemberut.
Maka kucoba pertegas,
Bukan sekadar lugas,
Melainkan agar kau menangkap denyut kata.

Kata bukan sekadar deretan huruf,
Bukan kabur, bukan samar.
Seharusnya kutata kata,
Bukan hanya urutan, bukan sekadar rangkaian,
Melainkan jembatan hati yang ingin bicara.

Mata kata—
Mata yang menuntun maksud jiwa,
Terpancar dalam binar yang tak bisa dusta.
Bagaimanapun, semoga kau menerima,
Bahwa kata-kataku bukan semata-mata,
Melainkan sinar kecil dari hati yang ingin menyapa.

Untuk tulisan lain silahkan buka:

https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en 
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211

Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly