Meneguk Air Inspirasi di UI
Oleh: Dafril, Tuanku Bandaro, M.Pd.I
Kepala MAN Kota Sawahlunto dan Mahasiswa Program Doktoral Studi Islam UM Sumbar
Halaman keberangkatan di Kota Sawahlunto pagi itu tak sekadar menjadi titik awal sebuah perjalanan fisik. Ia menjelma ruang simbolik pelepasan harapan, tempat doa-doa disematkan pada langkah-langkah muda yang akan menapak panggung akademik nasional. Dari ruang sederhana itulah sembilan siswa terbaik MAN Kota Sawahlunto dilepas untuk mengikuti Final Lomba Kompetensi Akademik Siswa Indonesia (LOKASIA) tingkat nasional di Universitas Indonesia (UI), Depok.
Perjalanan ini bukan sekadar agenda lomba. Ia adalah ziarah intelektual upaya meneguk air inspirasi dari mata air keilmuan yang lebih luas. Sebab dalam dunia pendidikan, pengalaman akademik sering kali lebih bermakna daripada sekadar capaian angka dan peringkat. Di sinilah madrasah menemukan ruang refleksi: menguji diri, belajar dari yang terbaik, dan meneguhkan arah masa depan.
Prosesi pelepasan dilakukan secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. Dedi Wandra, sebagai penanda dukungan institusional yang kuat terhadap prestasi akademik siswa madrasah.
“Anak-anak ini adalah wajah masa depan madrasah dan bangsa. Mereka membawa nama baik Sawahlunto, membawa nilai keilmuan, integritas, dan karakter madrasah. Bertandinglah dengan jujur, percaya diri, dan jadikan ajang ini sebagai ladang pembelajaran,”tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kompetisi akademik bukan semata arena adu kecerdasan, melainkan proses pembentukan etos ilmiah dan karakter kejuangan nilai yang sejalan dengan spirit pendidikan Islam yang berkemajuan.
Kesembilan siswa yang menjadi duta intelektual MAN Kota Sawahlunto adalah Aniza Putri Pratama, Amelia Putri, Dwi Aulia Azzahra, Siti Meryzqa Fathin Zahra, Ericha Oktavia Andini, Sgerly Desherti, Anggun Putri Ifkal, M. Ahgha Syathir Nimara, dan Faris Akram. Mereka bertolak menuju Depok melalui jalur darat menggunakan Bus Bang Dewa, armada milik KPRI IKMAL Kemenag Kota
Sawahlunto—simbol kebersamaan, kemandirian, dan dukungan nyata keluarga besar Kementerian Agama.
Rombongan dipimpin oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Sawahlunto, Syafruddin, bersama Pengawas Madrasah, Indra Gani, dengan Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril, Tuanku Bandaro, sebagai penanggung jawab teknis. Turut mendampingi sebagai official dan pembina adalah Syafri Ervandi, Rita Elmiza, Musriyeni, Astri Winanda, dan Marthaleny para guru yang telah lama menanamkan budaya akademik di madrasah.
Ketua Tim, Syafruddin, menegaskan bahwa partisipasi dalam LOKASIA merupakan bagian dari strategi besar peningkatan mutu dan daya saing madrasah.
“Kami ingin membuktikan bahwa madrasah mampu berdiri sejajar dalam kompetisi akademik nasional. Ini bukan sekadar lomba, tetapi proses pembinaan karakter, mental juang, dan nalar keilmuan siswa,” ungkapnya.
LOKASIA sendiri diselenggarakan oleh ABAK Akademy, sebuah lembaga yang konsisten menghadirkan kompetisi akademik bermutu dengan desain soal berstandar nasional, pendekatan konseptual, serta penekanan pada daya nalar dan pemahaman mendalam.
Keunggulan ABAK Akademy terletak pada keberaniannya menjadikan lomba sebagai ruang pembelajaran, bukan sekadar seleksi pemenang. LOKASIA dirancang untuk mempertemukan siswa, guru, dan pelatih dari berbagai daerah dalam ekosistem akademik yang sehat, kompetitif, dan inspiratif.
Bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, LOKASIA digelar selama dua hari, Senin–Selasa, 26–27 Januari 2026, di lingkungan kampus UI Depok. Kampus ini bukan hanya latar tempat, melainkan sumber inspirasi.
Bangunan-bangunan akademik, atmosfer diskusi, dan denyut intelektual UI menghadirkan pengalaman simbolik: memperlihatkan kepada para siswa bahwa ilmu pengetahuan memiliki rumah besar yang dapat mereka masuki di masa depan.
Di UI pula, para siswa dan pendamping bertemu dengan pelajar-pelajar hebat dari seluruh Indonesia, serta para pelatih dan pembina akademik dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Pertemuan ini melahirkan dialog, pertukaran pengalaman, dan jejaring intelektual yang tak ternilai. Di antara mereka tumbuh kesadaran bahwa kompetisi bukan tentang saling meniadakan, melainkan saling menguatkan dalam kecintaan pada ilmu.
Bagi MAN Kota Sawahlunto, pengalaman ini menjadi bahan refleksi strategis. Ia membuka cakrawala baru tentang pentingnya desain kurikulum yang adaptif, penguatan literasi sains, dan pembiasaan berpikir kritis sejak dini. Ajang ini menjadi cermin evaluatif untuk terus memperkuat ranah akademik madrasah agar lebih siap bersaing di tingkat nasional.
“Keberangkatan ini adalah buah dari pembinaan yang konsisten, kerja keras guru, dan semangat belajar siswa. Kami berharap mereka pulang membawa prestasi, tetapi yang lebih penting adalah pulang dengan pengalaman, jejaring, dan kepercayaan diri akademik yang lebih kokoh,” tutur Kepala MAN Kota Sawahlunto.
Dari sudut pandang peserta, Aniza Putri Pratama, mewakili rekan-rekannya, menyampaikan tekad yang lahir dari kesadaran akan amanah besar yang mereka emban.
“Kami merasa terhormat bisa mewakili madrasah dan Kota Sawahlunto. Bertanding di Universitas Indonesia adalah pengalaman luar biasa. Insyaallah, kami akan berjuang maksimal dan menjaga nama baik madrasah,”ujarnya penuh semangat.
Bagi penulis pribadi, yang tengah menempuh Program Doktoral Studi Islam di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, kehadiran di UI dalam ajang ini juga menjadi air inspirasi yang menyegarkan. Ia meneguhkan keyakinan bahwa integrasi antara tradisi keilmuan Islam dan sains modern bukan sekadar wacana, melainkan keniscayaan. Pertemuan antara madrasah, kampus besar, dan komunitas akademik nasional memperkaya perspektif tentang bagaimana pendidikan Islam harus terus bergerak, terbuka, dan progresif.
Dari Sawahlunto menuju Depok, para siswa ini melangkah bukan hanya membawa diri. Mereka membawa martabat madrasah, harapan sebuah kota, dan pesan bahwa madrasah mampu tumbuh, bersaing, dan memberi warna dalam lanskap pendidikan nasional. Di Universitas Indonesia, mereka meneguk air inspirasi air yang mengalirkan harapan, menyuburkan mimpi, dan menguatkan ikhtiar menuju masa depan yang lebih tercerahkan.