Motivasi Menuju Perguruan Tinggi, Kepala MAN Kota Sawahlunto Terima Tim Sosialisasi UGM
SAWAHLUNTO (Humas) 12 Januari 2026 Siang itu terasa lebih hidup dari biasanya. Di bawah langit yang cerah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto menjadi ruang perjumpaan antara harapan dan masa depan. Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro di ruang kerja kepala dengan penuh kehangatan menerima Tim Sosialisasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang hadir untuk menyapa dan membimbing siswa kelas XII.
Kehadiran tim dari salah satu perguruan tinggi tertua dan paling prestisius di Indonesia itu bukan sekadar agenda formal, melainkan sebuah ikhtiar membuka cakrawala. Di hadapan para siswa yang sebentar lagi akan meninggalkan bangku madrasah, sosialisasi ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan menengah dan gerbang perguruan tinggi yang penuh tantangan sekaligus peluang.
Dalam sambutannya, Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Tim UGM. Baginya, kunjungan ini adalah suntikan semangat bagi para siswa untuk berani bermimpi lebih tinggi dan melangkah lebih jauh.
“Anak-anak kami membutuhkan cahaya penunjuk arah. Kehadiran UGM hari ini adalah lentera yang menerangi jalan mereka menuju masa depan,” ungkapnya dengan nada penuh keyakinan.
Ruang aula madrasah pun berubah menjadi ruang dialog yang hangat. Tim UGM memaparkan berbagai jalur masuk perguruan tinggi, kehidupan akademik, hingga nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh UGM sebagai kampus kerakyatan dan kebudayaan. Para siswa menyimak dengan mata berbinar, seakan menyimpan nama Yogyakarta dan UGM di sudut terdalam angan mereka.
Tak sedikit pertanyaan yang mengalir—tentang peluang, tentang persiapan, bahkan tentang rasa takut menghadapi masa depan. Tim sosialisasi menjawab dengan bahasa yang membumi, membangun keberanian, dan menegaskan bahwa asal-usul bukanlah batas, melainkan cerita awal menuju kesuksesan.
Kegiatan ini menjadi penanda penting bahwa MAN Kota Sawahlunto terus membuka diri terhadap jejaring pendidikan nasional, meneguhkan komitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan visi kehidupan.
Di akhir acara, senyum, harapan, dan optimisme tertinggal di wajah para siswa kelas XII. Di antara dinding madrasah yang sederhana itu, mimpi-mimpi besar sedang tumbuh—dan mungkin, suatu hari nanti, akan bersemi di kampus UGM, membawa nama Sawahlunto dengan bangga ke panggung Indonesia.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB