April 2, 2026
p ketua

anto narasoma

o, baunya khas
dan bunyinya bagai bom yang berjoget salsa
sebelum kau duduki kursi pertama dalam kampanye lalu

seperti kentut
bunyinya waw,
baunya berkelindan dari ucapan-ucapan mati yang tak terbukti

suara-suara kami
bukan hanya pengantar berjoget di pentas politik.
sebab, jutaan mulut yang berteriak
tak makan, hanya bersimbah barang-barang rongsokan

o, pak ketua !

panggilan itu seperti debu tertiup angin,
lalu tak berujud dan hilang dalam pikiranku

namun masih segar kata-katamu di atas caci-maki
dalam emosi yang bermain mata pada para koruptor

sebab,
dalam rangkaian sajak
bermata pisau,
larik-larik puisiku ini
tak setajam mata pedang yang kuasah akibat
konsekuensimu yang tumbang dalam perjalanan pulang

pak ketua !

prinsip laki-laki adalah besi pemukul banci
yang bicara hanya sebatas mimpi;
lalu mati

Palembang, 4 Februari 2026