April 3, 2026

Pedang Pora dan Haru Iringi Pelepasan Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Umar Wijaya

Oleh : joko

Tiga Tahun Pengabdian Ditutup dengan Tradisi Kehormatan dan Apresiasi

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 8 Juli 2025 – Suasana haru, penuh makna, dan kehormatan menyelimuti halaman Markas Polres Kepulauan Tanimbar, Selasa (08/07/25) siang, dalam seremoni Pelepasan Kapolres Lama AKBP Umar Wijaya, S.I.K., M.H. bersama istri tercinta Ny. Anjarie Umar. Tradisi Pedang Pora pun menjadi simbol perpisahan yang sarat makna, mengantar sang pemimpin menuju penugasan barunya di Mabes Polri.

Simbol Penghormatan untuk Pengabdian Tiga Tahun Lebih

Dalam suasana syahdu, acara pelepasan diawali dengan pengalungan bunga oleh Kapolres baru AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H. kepada pejabat lama. Disusul oleh penyerahan buket bunga dari Ny. Afia Ayani kepada Ny. Anjarie Umar, sebagai simbol penghormatan dan ucapan terima kasih atas kebersamaan dalam mengemban tugas di Kepulauan Tanimbar.

Diketahui, AKBP Umar Wijaya telah menjabat sebagai Kapolres Kepulauan Tanimbar selama 3 tahun 4 bulan, dan kini dipercaya untuk mengemban jabatan baru sebagai Kasubbag Baganev Rojianstra SSDM Polri di Mabes Polri.

Langkah Penuh Makna di Bawah Gapura Pedang Kehormatan

Salah satu momen paling menggetarkan jiwa terjadi saat barisan kehormatan membentuk lorong pedang pora, yang menjadi simbol perjalanan kepemimpinan, pengabdian, dan kehormatan seorang perwira Polri. Dengan iringan musik syahdu, puisi, doa, serta tarian adat Tanimbar, AKBP Umar Wijaya dan Ny. Anjarie Umar melangkah perlahan melewati gapura kebesaran tersebut.

Seluruh anggota Polres Kepulauan Tanimbar bersama Bhayangkari pun berbaris rapi, memberikan salam penghormatan terakhir, melepas dengan bangga dan haru pemimpin yang telah membimbing mereka selama lebih dari tiga tahun.

Warisan Kepemimpinan dan Jejak Pengabdian

Momen pelepasan ini menjadi bentuk apresiasi dan pengakuan mendalam dari keluarga besar Polres Kepulauan Tanimbar atas dedikasi, integritas, dan kepemimpinan AKBP Umar Wijaya yang dinilai humanis, tegas, dan penuh pengabdian.

Acara Pedang Pora yang digelar bukan sekadar seremoni, namun menjadi penutup indah dari transisi kepemimpinan Polres Kepulauan Tanimbar, sekaligus pengingat bahwa dalam tubuh Polri, penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi dan kekeluargaan tetap dijunjung tinggi.

Tongkat Estafet Kepemimpinan

Dengan berpindahnya tongkat komando ke tangan AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., diharapkan semangat pengabdian yang telah ditanamkan oleh AKBP Umar Wijaya akan terus tumbuh dan berkembang, demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar dan penguatan institusi Polri di daerah.

Sumber:
Humas Polres Kepulauan Tanimbar – tribratanews.polrestanimbar.com