Residu Kebiasaan
Yusufachmad Bilintention
Langit berjaga,
bintang menjauh,
siang menyorot,
tumbuhan bertukar napas,
ombak bersahutan—
semua telah biasa.
Namun namamu menyalakan malam,
hatiku berkelip dari kejauhan,
bayangmu menembus siang,
harap menekan benak,
khayal memanggil sukma—
aku terbiasa.
Tangis bayi,
mata penikmat digital,
pidato saling menyerang,
artis bergincu dusta,
ilmuwan terpuruk—
semua telah biasa.
Masa kecil berlengking,
kanak riang berlari,
pikiran berbentrokan,
puisi jadi hiburan,
logika runtuh di dunia nyata—
aku terbiasa.
Namun—
sayur tanpa nasi,
air saat pening,
dokter tanpa obat,
dzikir jungkir balik,
pasrah tanpa salah—
itu tak biasa.
Perut kenyang tanpa kenang,
suka berdeguk tanpa berdua,
sembuh tanpa mengingatmu,
doa tanpa namamu,
menyerah tanpa pasrah pada-Nya—
aku tak biasa.