April 3, 2026
Copilot_20260403_055547

Yusufachmad Bilintention

Cintaku hinggap di sayap kupu-kupu,
menari, seakan mengejekku,
namun ejekan itu menjelma cahaya,
guratan pelangi yang bergetar di udara.

Hatiku tetap lebih berwarna,
meski rindu berbisik tanpa henti,
bergema di hening malam lirih,
bayangmu melayang di antara mentari dan bulan,
menjadi mozaik kenangan,
semburat tanpa bentuk, namun abadi.

Jejakmu masih kuendus,
meski aku bagai anjing kelana,
tak kubiarkan hilang,
walau algoritma berdusta,
wajahmu berganti di beranda maya.

Senyum itu tetap abadi,
meski terhapus dari layar biru.
Namun kata dan tulus hatiku
tak pernah musnah,
tak binasa,
walau angin lebat,
walau intel perang menyerang,
hatiku tetap terang.

Namamu bersemayam di hatiku,
walau tubuh jauh,
hatimu adalah hatiku.
Cinta tetap merindu,
meski kau bukan seperti dulu,
meski cinta monyet melompat,
meski kau menjaga jarak.

Aku tetap menunggu,
seperti kupu-kupu yang menari,
tak pernah berhenti,
meski sayapnya rapuh,
meski warna pelangi perlahan pudar,
namun rindu tetap berkilau,
di langit maya yang tak pernah padam.

Karang Empat, 3 April 2026

Untuk tulisan lain silahkan buka:

https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=enĀ 
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211

Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly