April 4, 2026

SINODALITAS ATAU STAGNASI? Saatnya Gereja Berani Mendengar!

0f5e8a43-621b-4598-a7d4-5a40d96ccd47_11zon

==============

Ecclesia semper reformanda — Gereja selalu dipanggil untuk membarui diri. Pembaruan itu bukan sekadar slogan rohani, melainkan keberanian untuk membuka ruang dialog, mendengarkan kritik umat, dan membangun budaya komunikasi yang transparan serta akuntabel. Di tengah krisis kepercayaan yang melanda banyak institusi, Gereja tidak bisa bertahan dengan pola lama: tertutup, reaktif, dan defensif.

Sinodalitas mengajak kita berjalan bersama: gembala dan umat, struktur dan karisma, otoritas dan partisipasi. Kritik umat bukan ancaman, tetapi energi pembaruan. Dialog bukan tanda kelemahan, melainkan wujud kedewasaan iman. Gereja yang sinodal adalah Gereja yang berani membedakan kritik konstruktif dari serangan destruktif, sekaligus menata strategi komunikasi publik yang cepat, jujur, dan berempati.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi penting tentang bagaimana kepemimpinan pastoral, human capital Gereja, dan spiritualitas gembala dapat menjawab tantangan zaman. Transparansi bukan sekadar tuntutan modernitas, tetapi konsekuensi Injil. Akuntabilitas bukan tekanan eksternal, melainkan kesaksian iman.

Mari menjadi bagian dari percakapan yang membangun. Jangan hanya menjadi penonton perubahan — ikutlah berjalan bersama.

📅 Rabu, 25 Februari 2026
⏰ 20.00 – 22.00 WITA
📍 Zoom Meeting

Bergabunglah, suarakan harapan, bagikan pengalaman, dan rawat Gereja sebagai rumah bersama. Karena masa depan Gereja tidak dibangun oleh keheningan, tetapi oleh dialog yang jujur dan kasih yang bertanggung jawab.

Ecclesia semper reformanda. Kita berjalan bersama, atau kita tertinggal.

Silahkan daftarkan diri anda pada link di bawah ini:

https://forms.gle/aykWGc4juYA6ZsVc9