Studi Kampus MAN Sawahlunto ke Universitas Indonesia Menapaki Jalan Ilmu Gen Z dalam Menyiapkan Masa Depan
Oleh:
Dafril, Tuanku Bandaro, M.Pd.I
Kepala MAN Kota Sawahlunto dan Mahasiswa Program Doktoral Studi Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Pendahuluan :
Dari Sawahlunto ke Depok, dari Mimpi ke Ilmu
Pendidikan sejatinya adalah perjalanan panjang manusia dalam menata masa depan. Ia bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan upaya sadar untuk membentuk cara berpikir, sikap hidup, dan keberanian mengambil peran di tengah perubahan zaman. Dalam konteks inilah, kegiatan Studi Kampus MAN Kota Sawahlunto ke Universitas Indonesia (UI) menemukan relevansinya bukan sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai ikhtiar intelektual untuk menanamkan visi besar pada generasi Z madrasah.
Universitas Indonesia, sebagai salah satu pusat keunggulan akademik nasional, hadir bukan hanya sebagai simbol prestise, tetapi sebagai ruang inspirasi: tempat ilmu dikembangkan, nilai diuji, dan masa depan dirancang secara sistematis. Bagi siswa madrasah yang lahir dan tumbuh di kota warisan tambang seperti Sawahlunto, kunjungan ini adalah perjumpaan antara lokalitas dan universalitas ilmu.
Rombongan dan Spirit Kolektif Pendidikan
Kegiatan ini dipimpin dan didampingi oleh jajaran pemangku kepentingan pendidikan madrasah, yang menunjukkan bahwa pendidikan bermutu selalu lahir dari kerja kolektif, bukan individualisme.
Rombongan terdiri dari:
Syafruddin, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad)
Indra Gani, Pengawas Madrasah
Dafril, Tuanku Bandaro, Kepala MAN Kota Sawahlunto
Syafri Ervan
Musriyeni
Rita Elmiza
Astri Winanda
Marthaleny
Kehadiran para pendidik ini menegaskan bahwa studi kampus bukan sekadar “kunjungan siswa”, tetapi bagian dari ekosistem pembelajaran madrasah yang terencana, terarah, dan visioner.
Gen Z Madrasah: Subjek, Bukan Objek Pendidikan
Sebelas siswa MAN Kota Sawahlunto yang mengikuti studi kampus ini adalah representasi Gen Z madrasah generasi yang lahir di tengah banjir informasi, teknologi digital, dan kompetisi global. Mereka adalah:
Amelia Putri, Siti Meryzqa Fathin Zahrah, Dwi Aulia Azzahra, Sherly Desherti
Anggun Putri Ifkal
Anniza Putri Pratama
Faris Akram, M. Agha Syathir Nimara,
Ericha Oktavia Andini,
Amira Suci Safitri, dan
Fitri Nur Oktaviani.
Mereka bukan sekadar peserta, melainkan subjek aktif pembelajaran calon intelektual muslim yang kelak akan berhadapan dengan tantangan dunia kerja, riset, kepemimpinan sosial, dan peradaban digital.
Universitas Indonesia sebagai Laboratorium Peradaban
Mengunjungi UI berarti memasuki sebuah laboratorium peradaban modern. Di sana, ilmu tidak berdiri sendiri, melainkan bersanding dengan etika, riset, dan tanggung jawab sosial. Kampus mengajarkan bahwa kecerdasan tanpa karakter adalah kehampaan, dan religiositas tanpa kompetensi adalah keterpinggiran.
Bagi siswa madrasah, pengalaman ini menjadi dekonstruksi stigma bahwa madrasah hanya unggul di aspek keagamaan. Justru sebaliknya, madrasah hari ini dan masa depan harus melahirkan generasi yang:
religius sekaligus rasional,
spiritual sekaligus ilmiah,
lokal dalam identitas, global dalam wawasan.
Analisis Pendidikan: Studi Kampus sebagai Strategi Transformasi
Secara pedagogis, studi kampus memiliki nilai strategis:
Menumbuhkan orientasi masa depan
Siswa mulai memetakan pilihan hidupnya secara realistis dan terukur.
Membangun motivasi intrinsik belajar
Kampus besar bukan lagi mitos, tetapi tujuan yang bisa dicapai.
Menghubungkan kurikulum dengan realitas
Apa yang dipelajari di kelas menemukan konteks nyatanya.
Menguatkan identitas madrasah
Bahwa lulusan madrasah layak dan mampu bersaing di kampus terbaik.
Dalam perspektif pendidikan Islam, ini sejalan dengan konsep thalabul ‘ilmi sebagai proses seumur hidup dari desa ke dunia, dari lokal menuju global.
Madrasah dan Masa Depan Indonesia
MAN Kota Sawahlunto melalui kegiatan ini sedang menegaskan satu pesan penting: madrasah bukan institusi masa lalu, melainkan lokomotif masa depan. Ia bukan sekadar penjaga tradisi, tetapi produsen inovasi dan pemimpin berkarakter.
Gen Z madrasah hari ini adalah calon:
akademisi,
profesional,
pemimpin bangsa,
dan penjaga nilai keislaman yang moderat.
Penutup :
Menyemai Harapan, Menata Peradaban
Studi Kampus MAN Kota Sawahlunto ke Universitas Indonesia adalah perjalanan simbolik dan substantif. Ia adalah langkah kecil dengan makna besar menyemai harapan, membangun keberanian, dan menata masa depan.
Dari Sawahlunto, anak-anak madrasah menatap Indonesia. Dari madrasah, mereka menyiapkan peradaban.
Karena sejatinya, ilmu adalah jalan panjang menuju kemerdekaan manusia, dan madrasah adalah salah satu penunjuk arahnya.