Sunyi yang Diutus
Yusufachmad Bilintention
Menjelangmu,
bau tanah basah selepas hujan
adalah tanda kehadiranmu.
Meski kadang samar tak tercium,
pasti kau akan datang,
menolak indra yang lalai,
di bawah terik sesudah fajar.
Datangmu dipuja oleh yang sabar,
ditolak oleh yang tergesa,
dirindu oleh yang mengerti,
dibiarkan hilang, lalu menjelang kembali.
Aku bukan penolak rasa,
bukan pula sekadar pengikut rindu.
Bila kau bukan bulan suci,
tak sudi aku menalak rasa.
Kan tetap kunikahi kehadiranmu,
hingga puas jiwa dan raga,
hingga tiada lagi penghalang.
Hingga akhirnya kau mengaku,
kau diutus oleh-Nya.
Maka aku hanya pasrah,
karena kau Ramadhan,
pelukan sunyi,
rahmat abadi.
Surabaya, Februari 2026
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=enĀ
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly