CAHAYA RAMADAN
anto narasoma
seperti pecahan cahaya
yang berpendar di balik
sinar wajah wajah-Mu;
kembali tiba setelah kegelapan itu menghitam
* adakah hatiku membeku dalam gelap tanpa cahaya makna-Mu?
setelah tahun-tahun berlalu, aroma sejuk yang Kau hadirkan atas jiwa-jiwa kelam,
selalu meraih-raih ampunan yang begitu dekat tapi jauh
o, bagaimana aku menghimpun cahaya yang Kau limpahkan ke wajah senja, Tuhanku?
sebab,
dari hitungan jari
ramadan akan tiba sembari memeluk imanku di ruang-ruang persembahan hatiku
di masjid paling bercahaya
maka,
bila kau tiba seusai senja, segala hitam putih di hatiku akan menjadi catatan perilaku sebelum aku menutup mata
Palembang
15 Februari 2026