Sentuhan Gembala RD Ponsianus Ongirwalu di Tengah Umat
http://suaraanaknegerinews.com | Di pagi yang teduh, Jumat, 17 April 2026, suasana di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terasa berbeda.
Sejak pukul 07.15 hingga 10.15 WIT, langkah kaki gembala umat, RD Ponsianus Ongirwalu, menyusuri rumah-rumah warga dalam wilayah Rukun Santa Sisilia.
Kunjungan pastoral ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan perwujudan nyata kehadiran Gereja yang menyapa, mendengar, dan menguatkan umat secara langsung di tengah kehidupan mereka. 
Dalam setiap sapaan, tersirat kehangatan; dalam setiap doa, terpatri harapan.
Kehadiran rombongan pastoral disambut dengan penuh sukacita oleh keluarga-keluarga.
Ungkapan hati mereka menggambarkan betapa kunjungan ini menjadi momen berharga yang menyentuh sisi terdalam kehidupan iman.
Keluarga Deni Fanumby mengungkapkan, “Kunjungan ini membawa kesejukan bagi rumah tangga kami, bagaikan berkat Paskah yang hadir langsung di ruang tamu kami.” 
Sementara itu, keluarga Tadeus Oba menyatakan, “Kami merasa diperhatikan oleh Gereja. Kehadiran Pastor dan pengurus menguatkan iman kami untuk terus setia dalam persekutuan.”
Bagi keluarga lanjut usia seperti Bapa Iki Batjeran, kunjungan ini menjadi sumber kekuatan baru, “Doa bersama di rumah kami tadi memberikan semangat baru bagi kami yang sudah lanjut usia untuk tetap berdoa.”
Kesederhanaan sikap sang pastor juga meninggalkan kesan mendalam. Keluarga Ulis Umpanmetan menuturkan, “Dialog santai tadi membuat kami merasa Gereja begitu dekat dan merakyat.”
Di rumah lainnya, kunjungan ini bahkan menjadi ruang rekonsiliasi dan refleksi iman. 
Keluarga Lewen Futunanembun menyebutnya sebagai momen syukur, sementara keluarga Finsen Nahak merasakan kelegaan karena didengarkan, “Kami merasa tidak sendirian dalam memikul beban hidup.”
Kehadiran rombongan pastoral juga menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Keluarga Susanto dan Berti Revo menyampaikan, “Ini menjadi motivasi bagi anak-anak kami untuk lebih giat ke gereja.”
Tak hanya umat, pengurus Rukun Santa Sisilia pun merasakan makna mendalam dari kunjungan ini.
Ketua rukun menegaskan, “Melihat senyum dan sambutan hangat warga adalah kebahagiaan terbesar bagi kami. Tugas kami sebagai pengurus adalah menjembatani umat dengan gembala. Kunjungan ini mempererat tali persaudaraan atau Ain Ni Ain di dalam rukun kita.” 
Ungkapan tersebut menegaskan bahwa relasi antara umat dan Gereja bukanlah hubungan formal semata, melainkan ikatan kekeluargaan yang hidup.
Dalam suasana penuh keakraban, RD Ponsianus Ongirwalu menyampaikan pesan-pesan rohani yang menjadi bekal bagi umat.
Ia menekankan, “Jadikanlah rumah tangga sebagai tempat pertama di mana Injil diwartakan. Jangan pernah lupa berdoa bersama dalam keluarga.”
Mengaitkan kunjungan ini dengan Novena Santo Anselmus, ia mengajak umat untuk memperdalam iman, “Iman haruslah mencari pemahaman, fides quaerens intellectum.” 
Ia juga mengingatkan pentingnya kesetiaan dalam persekutuan rukun serta kebersamaan yang saling menopang dalam kasih Kristus.
Menutup pesannya, ia meneguhkan harapan Paskah di tengah berbagai tantangan hidup, “Biarlah terang kebangkitan Kristus mengusir segala kekhawatiran. Jangan takut menghadapi tantangan, karena Tuhan selalu menyertai melalui Gereja-Nya.”
Sebagai berkat penutup, ia menyampaikan, “Tuhan memberkati setiap derap langkah dan niat baik keluarga-keluarga di Rukun Santa Sisilia.”
Kunjungan pastoral ini pun meninggalkan jejak yang lebih dari sekadar pertemuan, menjadi tanda bahwa Gereja hadir bukan hanya di altar, tetapi juga di ruang-ruang sederhana kehidupan umat, tempat iman dialami, dibagikan, dan dihidupi bersama.(rls:wu/jk)