Tulis Jejak Singa Kota Arang : Yumna Afifah Putri Siswi MAN Sawahlunto Ukir Prestasi Nasional
Sawahlunto, Humas MANSA— Di tengah geliat literasi yang kian menemukan momentumnya, sebuah kabar membanggakan datang dari MAN Kota Sawahlunto. Yumna Afifah Putri, siswi F1. XI yang dikenal bersahaja, rajin, dan tekun, berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional.
Melalui esai berjudul “Ketika Sejarah Perlu Dibaca Ulang: Jejak Amir Djamin, Sang Singa Sawahlunto, Dalam Momentum Awal Kibaran Merah Putih”, Yumna sukses meraih juara Harapan III Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional.
Informasi tersebut di terima langsung dari panitia pelaksana pada Rabu malam, 15/04/2026.
Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga sarat nilai intelektual dan keberanian dalam mengangkat kembali narasi sejarah lokal ke panggung nasional.
Kompetisi bergengsi ini diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan—mulai dari profesor, guru besar, dosen, sastrawan, jurnalis, hingga pelajar dan masyarakat umum dalam dan luar negeri. Dalam lautan intelektual yang demikian luas, Yumna tampil setara, bahkan menonjol, membuktikan bahwa usia muda bukanlah batas bagi kedalaman berpikir dan ketajaman pena.
Kegiatan ini sendiri diselenggarakan oleh Forum Pemred Literasi (FPL) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Dinas Perpusrakaan), mengusung tema besar tentang tokoh dan pejuang dalam catatan sejarah Sawahlunto dari masa kolonial hingga pascakemerdekaan.
Kepala Madrasah, Dafril, Tuanku Bandaro, M.Pd.I, menyambut hangat prestasi tersebut.
Dafril menyambut baik capaian ini sebagai bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan generasi literat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sejarah dan daya kritis yang tinggi.
Tuanku Bandaro mengatakan bahwa keberhasilan Yumna merupakan buah dari sinergi antara ketekunan siswa, dedikasi guru, serta lingkungan madrasah yang terus menumbuhkan budaya literasi. Ia menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan cermin untuk menata masa depan.
Lebih lanjut, Kamad berharap prestasi ini mampu menjadi pemantik semangat bagi ratusan siswa lainnya untuk berani berkarya, berpikir kritis, dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan MAN Sawahlunto sebagai pusat literasi yang hidup dan berkelanjutan.
Kepala madrasah yang kerab dioanggil Tuanku itu mengatakan bahwa keberhasilan ini tak terlepas dari support, semangat, binaan dan bimbingan pimpinan, kepiawaian guru, sinergitas GTK dan kesungguhan siswa.
Maka sepatutnya segenap civitas MAN Kota Sawahlunto mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ka.Kanwil Kemenag Sumbar, H. Mustafa, M.A
2. Kabid Penmad, H. Hendri Pani Dias, S.Ag.,M.A beserta semua Ketua Tim Penmad
3. Ka.Kankemenag Kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra, S.Ag., M.A
4. Kasubbag TU H. Mustatir, M.A
5. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Syafruddin, S.Ag., M.Pd beserta semua Kasi dan Penyelenggara
6. Ketua Pokjawas yang juga pengawas Manajerial M. Yustar,.S.Pd,.M.P.Kim beserta Pengawas Madrasah dan PAI
7. Guru Pelatih dan Pembimbing, Desi Ariyanti Naspin,.M.Pd
8. Kaur TU dan Unsur Pimpinan, Pengurus Komite, dan GTK MANSA
Sementara itu, guru pembimbing Desi Aryanti Naspin, M.Pd, yang dikenal sebagai sosok multi talenta, mengungkapkan rasa bangganya.
Desi selaku pelatih mengatakan bahwa Yumna adalah siswa yang memiliki disiplin tinggi dan ketajaman analisis yang kuat. Ia menambahkan bahwa proses pembinaan tidak hanya berfokus pada teknik menulis, tetapi juga pendalaman nilai-nilai historis dan keberanian menyuarakan perspektif baru.
Saat dihubungi melalui telepon seluler, Yumna mengungkapkan rasa syukur dan harunya. Ia menyampaikan bahwa esai tersebut lahir dari kegelisahan intelektualnya terhadap sejarah yang kerap dilupakan. Baginya, menulis adalah cara untuk menghidupkan kembali suara masa lalu agar tetap relevan di masa kini.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi perjalanan memahami jati diri daerah dan bangsa,”ungkapnya lirih namun penuh keyakinan.
Prestasi ini menjadi penegas bahwa MAN Sawahlunto terus mengukuhkan eksistensinya sebagai madrasah literasi. Sebuah ruang tumbuh bagi generasi muda untuk berpikir, menulis, dan menginspirasi.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung—mulai dari jajaran Kementerian Agama, pengawas, guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh keluarga besar MAN Sawahlunto.
Di balik torehan prestasi ini, tersimpan harapan besar: agar semakin banyak “Yumna-Yumna” lain yang berani menulis sejarahnya sendiri—dengan tinta keberanian dan cahaya pengetahuan.
Berikut data-data juara :
Juara 1 : KChr. Kranendong, Amstterdam Belanda, Pens. Lawyer, nilai 260
Juara 2, Fikrul Hanif Sufyan, Payakumbuh, Pengajar, nilai 252
Juara 3, Fendi Suhartanto, Surabaya, Pengajar, nilai 251
Harapan 1, Eci FE, Pariaman, Penulis, nilai 249
Harapan 2, Agustina Rahmawati, Yogjakarta, Dosen UGM, nilai 247
Harapan 3, Yumna Afifah Putri, Sawahlunto, pelajar Siswi MAN Sawahlunto, nilai 245.