April 17, 2026

Perkuat Soliditas Tim World : Kepala MAN Kota Sawahlunto Pimpin Rakor Pimpinan

IMG-20260416-WA0036

Sawahlunto (Humas), 16 April 2026 Pada pagi menjelang siang itu ketika ruang pertemuan MAN Kota Sawahlunto mulai diisi langkah-langkah tenang para pimpinan. Udara pagi yang masih sejuk seakan menjadi saksi awal sebuah percakapan penting bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan denyut nadi sebuah lembaga pendidikan yang terus berupaya bergerak maju.

Di ruang Kerja Kepala MAN Kota Sawahlunto  Dafril Tuanku Bandaro  hadir dengan wibawa yang teduh, didampingi oleh Kepala Urusan Tata Usaha, Yurmaini, yang setia mengawal tertibnya arah langkah lembaga. Keduanya memimpin briefing tingkat pimpinan yang dihadiri oleh para wakil kepala dan bendahara sebuah pertemuan yang tidak hanya membahas agenda, tetapi juga merajut kesepahaman.

Suasana berlangsung khidmat, namun tidak kaku. Ada semangat yang mengalir dalam setiap pembahasan, seolah setiap kata yang diucapkan mengandung harapan bagi masa depan madrasah. Dalam arahannya, Dafril menegaskan pentingnya percepatan tindak lanjut kegiatan PMPZI MAN Kota Sawahlunto. Bagi Dafril  program ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan mutu pendidikan terus bertumbuh dan berakar kuat.

“Gerak kita harus lebih cepat, tetapi tetap terarah,” demikian kira-kira semangat yang terpancar dari setiap kalimatnya.

Tak berhenti di sana, pembahasan berlanjut pada pematangan persiapan Bimbingan Teknis (Bimtek) MAN Kota Sawahlunto. Yurmaini dengan cermat menambahkan detail-detail teknis, memastikan setiap rencana tidak hanya indah di atas kertas, tetapi juga kokoh dalam pelaksanaan. Dalam sinergi keduanya, tampak jelas bahwa kepemimpinan bukan hanya soal memberi arahan, tetapi juga tentang membangun harmoni kerja.

Salah satu momen yang menghadirkan semangat baru adalah ketika undangan kegiatan Olimpiade dari Trengganu, Malaysia yang dijadwalkan pada September 2026, turut dibahas. Ruangan itu seakan dipenuhi cahaya harapan. Kesempatan ini dipandang bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan MAN Kota Sawahlunto dengan panggung internasional.

Para wakil kepala MAN Kota Sawahlunto menyampaikan pandangan, mengemukakan strategi, serta berbagi gagasan. Bendahara pun turut memastikan bahwa setiap rencana memiliki pijakan yang realistis. Diskusi berjalan dinamis, kadang menghangat, namun tetap dalam koridor saling menghargai.

Di penghujung pertemuan, tidak ada tepuk tangan meriah, tidak pula deklarasi besar. Namun, ada sesuatu yang lebih dalam: kesepakatan diam-diam bahwa setiap individu di ruangan itu memikul tanggung jawab yang sama menjadikan MAN Kota Sawahlunto sebagai ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan.

Briefing pagi itu pun berakhir, tetapi semangatnya tidak berhenti di sana. Ia mengalir keluar dari ruangan, menyusup ke lorong-lorong madrasah, hingga akhirnya hidup dalam setiap langkah kecil yang akan diwujudkan.

Di kota kecil yang menyimpan sejarah besar itu, MAN Kota Sawahlunto kembali menegaskan dirinya: bergerak pelan namun pasti, menata masa depan dengan kesungguhan dan harapan.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: DTB