Uang Sekolah dari RD Ponsianus Ongirwalu Jadi Buah Kesetiaan Anak
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Uang sekolah yang diberikan RD Ponsianus Ongirwalu kepada anak-anak umat menjadi momen penuh haru dalam misa dan Novena pagi di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus, Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Rabu (6/5/2026).
Suasana khidmat berubah menjadi emosional ketika salah satu anak, Agustinus Nusa, dipanggil dan menerima bantuan pelunasan biaya sekolah selama empat bulan ke depan. Kesetiaannya mengikuti misa pagi menjadi alasan utama perhatian tersebut.
“Tuhan Yesus benar-benar baik. Saat Pastor menyebut nama saya dan mengatakan uang sekolah saya untuk 4 bulan ke depan sudah lunas, rasanya ingin menangis karena bahagia,” ungkapnya.
Bantuan ini tidak hanya menjadi keringanan bagi pendidikan Agustinus di SD Don Bosco 1, tetapi juga simbol kasih dan perhatian Gereja terhadap anak-anak yang setia dalam iman.
Selain itu, delapan anak lainnya juga menerima bantuan uang transportasi. Mereka mengaku semakin termotivasi untuk tetap disiplin mengikuti misa dan kegiatan gereja.
“Uang transportasi ini sangat berarti bagi kami untuk bisa terus rajin ke sekolah dan ke gereja. Kami merasa sangat dihargai dan diperhatikan oleh Pastor,” tutur mereka.
Kebahagiaan turut dirasakan para orang tua yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi. Bantuan tersebut menjadi jawaban atas doa yang mereka panjatkan dalam kesederhanaan hidup sebagai petani dan pekerja.
“Kami hanyalah petani dan pekerja kecil yang seringkali merasa kuatir akan biaya pendidikan anak-anak. Namun hari ini, melalui tangan kasih Pastor, kekuatiran itu diangkat,” ungkap perwakilan orang tua.
Dalam pesannya, RD Ponsianus Ongirwalu menegaskan bahwa kesetiaan dalam hal kecil akan membawa berkat besar.
Ia mengajak anak-anak untuk terus mengutamakan Tuhan, menghormati orang tua, dan menjaga kerendahan hati. “Jika kalian mendahulukan Tuhan di pagi hari, maka sepanjang hari Tuhan akan menjaga langkah kalian,” pesannya.
Peristiwa ini menjadi penegasan bahwa kesetiaan sederhana tidak pernah sia-sia. Melalui perhatian dan kasih, Gereja hadir sebagai sumber penguatan iman sekaligus harapan bagi masa depan generasi muda.(jk)