Wujudkan Transparansi: Kepala MAN Sawahlunto Terima Piagam Penghargaan Terbaik 2 Laporan Keuangan
SAWAHLUNTO (Humas) 30 Januari 2026 Sebuah catatan gemilang baru saja tertuang dalam tinta emas sejarah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Bukan tentang deretan piala olimpiade atau riuh rendah prestasi olahraga, melainkan sebuah pengakuan atas kejujuran yang sunyi namun fundamental: Transparansi Tata Kelola Keuangan.
Pada momen penuh khidmat yang berlangsung baru-baru dalam acara Stakeholders Day KPPN, Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro melangkah dengan pasti menerima Piagam Penghargaan sebagai Terbaik 2 dalam Penyusunan Laporan Keuangan. Penghargaan ini bukan sekadar lembar kertas bersampul indah, melainkan manifestasi dari integritas yang dipelihara di balik meja-meja administrasi.
Seringkali, laporan keuangan dipandang sebagai tumpukan angka yang kaku dan membosankan. Namun, di tangan para punggawa MAN Kota Sawahlunto, angka-angka tersebut adalah “bahasa kejujuran”. Setiap rupiah yang dikelola adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada negara, tetapi juga kepada nurani.
Keberhasilan meraih predikat Terbaik 2 ini menjadi bukti sahih bahwa sistem manajerial di lembaga ini telah berjalan di atas rel ketelitian. Di balik pencapaian ini, terdapat kerja keras kolektif yang tak kenal lelah mulai dari ketajaman pena bendahara Era santusi hingga ketegasan visi sang Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril, serta KAUR TU Yurmaini dalam mengawal setiap arus kas agar tetap berada pada koridor regulasi.
Kepala MAN Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro Menuturkan bahwa transparansi bukanlah sebuah beban administratif, melainkan sebuah budaya.
“Laporan keuangan yang baik adalah cermin dari jiwa lembaga yang bersih. Kami tidak mengejar angka untuk sekadar dipuji, tapi kami merajut akuntabilitas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ungkap Dafril dengan nada rendah hati namun berwibawa.
Penghargaan ini menjadi oase sekaligus cambuk semangat. Menempati posisi kedua terbaik merupakan sebuah pencapaian besar, namun sekaligus menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi. Prestasi ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru kota: bahwa madrasah bukan lagi sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan institusi modern yang dikelola dengan standar profesionalisme tinggi.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor: DTB