Ilustrasi: Meta AI/Arsiya Oganara
Sebuah Puisi oleh Arsiya Oganara*
Indonesia gelap, dua kata melanglang buana seantero negeri Februari Dua Ribu Dua Puluh Lima.
Indonesia gelap, matahari menyinari negeri sepanjang tahun. Menghangatkan tubuh setiap insan.
Apa daya sinar mentari tak mampu menerangi hati dan fikiran anak negeri, sekujur badan kaku.
Awal kekuasan laksana sembilu menyayat hati rakyat. Terulang, terulang, dan terulang lagi.
Kebijakan bak pedang berkilau menyilaukan mata, tiada mamapu melihat derita warga negara.
Sungguh, pedang penguasa menghujam tajam kebawah namum begitu tumpul keatas.
Garuda tiada tangguh terbang ke angkasa. Garuda, kepalamu tertunduk lesu.
Garuda, cengkraman dua kakimu tak teguh menguatkan semangat Bhineka Tunggal Ika.
Pemuda pemudi bangkit dan berjuang penuh semangat mengelora basuh derita.
Suara takut dan khawatir menggema, memekakkan telinga penguasa negeri Konoha.
Penguasa, buang angkuh dan sombong itu!
Pemuda, teruskan perjuanganmu!
Indonesia Merdeka!
Bandar Lampung, 26 Februari 2025
*Profil Penulis:
Arsiya Heni Puspita – Arsiya Oganara adalah nama penanya. Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi dengan hobi membaca dan travelling.
Hobi ini pula yang mengantarkannya menjadi Professional Journalist yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan Kompeten.
Juga Professional Tourist Guide and Professional Tour Leader, Licensed and Certified dari Disparekraf DKI Jakarta dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia.
Saat ini mulai merambah ke dunia sastra dan kegemarannya menulis tersalurkan dengan menulis cerpen, puisi, puisi esai, dan lainnya.
Arsiya Oganara sangat senang bertemu dengan orang baru, persahabatan bisa dilakukan melalui medsosnya. FB: Arsiya Heny Puspita. IG: arsiyahenyhdl. Email: hennyarsiya@gmail.com.