February 9, 2026

Air Mata dan Harapan di Taman Kota Saumlaki: Doa Bersama Dipimpin RD Ponsio Ongirwalu

Oleh: joko

RD Ponsio Ongirwalu Pimpin Doa Bersama Lintas Agama untuk Negeri Pasca Demonstrasi, Serukan Persatuan Bangsa “Mari Bangun Dialog, Bukan Kekerasan”

RD Ponsio Ongirwalu: “Jadikanlah Kami Alat Perdamaian-Mu, Ya Tuhan”

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 2 September 2025 – Suasana hening menyelimuti Taman Kota Saumlaki ketika ratusan umat lintas agama menundukkan kepala, mengangkat doa untuk bangsa yang tengah dirundung duka.

Doa bersama ini dipimpin oleh RD Ponsio Ongirwalu, seorang imam Katolik yang dengan lantang namun penuh kelembutan menyerukan persatuan dan kedamaian pasca peristiwa demonstrasi yang berujung ricuh.

Seruan Damai Pasca Gejolak

Dalam doanya, RD Ponsio Ongirwalu menyampaikan kepedihan mendalam atas tragedi yang merenggut nyawa, baik dari TNI, Polri, maupun masyarakat sipil. Ia menegaskan bahwa kekerasan tidak seharusnya menjadi jawaban atas perbedaan.

“Ya Bapa Surgawi, kami datang dengan hati yang hancur. Ampunilah kami sebagai bangsa yang kerap membiarkan kebencian meracuni hati kami. Lunakkanlah hati yang keras dan butakanlah mata yang dipenuhi kebencian,” ungkapnya penuh haru.

RD Ponsio juga berdoa khusus untuk para pemimpin daerah, termasuk Forkopimda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, agar dapat memimpin dengan hati yang penuh belas kasih, mengedepankan keadilan dan kebenaran, bukan kekuasaan yang menindas.

Mengenang Korban dan Menguatkan yang Ditinggalkan

Rangkaian doa dipersembahkan bagi jiwa-jiwa yang telah gugur dalam peristiwa demonstrasi. Imam Katolik itu memohon agar mereka beristirahat dalam kasih Tuhan yang abadi, terbebas dari air mata dan penderitaan.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, ia menguatkan: “Berikanlah mereka ketabahan, sembuhkan luka batin mereka, dan penuhilah hati mereka dengan penghiburan-Mu.”

Doa turut diarahkan kepada Bunda Maria, Bunda Gereja sekaligus Bunda Bangsa, agar senantiasa melindungi dan mendampingi Indonesia dalam melewati masa sulit ini.

Doa Lintas Iman: Simbol Persatuan

Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini dihadiri perwakilan lintas agama, organisasi masyarakat, akademisi, dan pemuda. Mereka hadir sesuai undangan resmi dengan membawa lilin sebagai simbol harapan.

Tercatat sejumlah tokoh yang hadir, di antaranya pimpinan perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, perwakilan ormas Islam, pemuda Katolik, GMKI, GMNI, hingga Pemuda Pancasila. Semua larut dalam suasana doa bersama, tanpa memandang perbedaan keyakinan.

Dari Saumlaki untuk Indonesia

Di akhir doanya, RD Ponsio Ongirwalu menyerukan agar musibah ini menjadi titik balik bangsa untuk lebih menghargai nyawa dan menumbuhkan budaya dialog.

“Jadikanlah kami alat perdamaian-Mu, ya Tuhan. Di mana ada perselisihan, kami membawa persatuan; di mana ada kebencian, kami membawa cinta; dan di mana ada kegelapan, kami membawa terang.”

Doa bersama lintas agama di Saumlaki ini menjadi oase harapan. Dari Kepulauan Tanimbar, gema perdamaian dikirimkan ke seluruh negeri: agar Indonesia pulih dari luka, bangkit dalam persaudaraan, dan melangkah menuju masa depan yang penuh kasih.