Beriman Benar Tidak Butuh Tanda dan Syarat: Pesan Pagi dari Pastor Pius Heljanan, MSC
oleh : joko
“Iman Tulus Tanpa Syarat: Suara Rohani dari Tanimbar Selatan”
Dari pelosok Desa Lauran, suara rohani menggema mengajak umat menjauh dari pola pikir Farisi zaman modern.
http://suaraanaknegerinews.com | SAUMLAKI — Pagi ini, Senin, 21 Juli 2025, suasana di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Provinsi Maluku, terasa damai. Di tengah rutinitas umat, sebuah pesan rohani mengalir dari Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran.
Pastor Pius Heljanan, MSC, yang melayani sebagai Kuasi Paroki di wilayah ini, menyampaikan permenungan singkat namun menyentuh hati, sebagai bagian dari bimbingan spiritual umat setempat.
Iman Sejati Tak Menuntut Tanda
Mengacu pada Injil Matius 12:38-42, Pastor Pius menyoroti sikap orang Farisi yang meminta tanda dari Yesus untuk percaya. Ia menegaskan bahwa iman sejati tidak dibangun dari tuntutan akan mukjizat atau bukti lahiriah.
“Kata orang Farisi: Guru, kami ingin melihat suatu tanda daripada-Mu… Tapi Yesus mencap mereka sebagai angkatan yang jahat,” ungkap Pastor Pius.
Menurutnya, banyak umat di zaman sekarang masih memperlakukan Tuhan seperti sosok yang harus membuktikan kuasa-Nya dulu, baru mereka percaya.
Jangan Jadi Farisi Zaman Modern
Pastor Pius mengajak umat untuk melakukan refleksi diri. Ia mengingatkan, iman yang selalu menuntut syarat dan bukti adalah tanda dari keraguan dan kekerasan hati, bukan iman yang sejati.
“Berimanlah secara benar dan tulus. Iman sejati hadir dalam hati yang terbuka untuk mengalami kasih Allah tanpa bukti,” tegasnya.
Pesan ini mengena bagi banyak orang yang masih mengukur iman dengan ‘hasil’ yang bisa dilihat atau dirasakan secara instan. Padahal, kasih Tuhan bekerja dalam keheningan dan kesetiaan — bukan lewat pertunjukan luar biasa.
Ajakan untuk Bertobat dan Percaya Tanpa Syarat
Menutup pesannya, Pastor Pius mengajak umat untuk meninggalkan cara berpikir yang sesat dalam beriman.
“Mari kita bertobat dari cara beriman yang sesat, yang selalu menuntut bukti. Jangan jadi Farisi di zaman modern,” katanya penuh ketegasan namun tetap dengan nada pastoral yang menguatkan.
Tentang Pastor Pius Heljanan, MSC
Sebagai seorang imam dari Kongregasi Misionaris Hati Kudus (MSC) yang berdedikasi di wilayah terpencil seperti Desa Lauran, Pastor Pius bukan hanya pelayan sakramen, tetapi juga peneguh iman di tengah umat kecil yang haus bimbingan rohani.
Melalui renungan-renungan seperti ini, ia menjaga nyala harapan dan mengajak umat untuk hidup dalam iman yang dewasa dan mendalam.