Menggema di Pagi Jumat: Muhadarah Inspiratif Kelas XI F3 MAN Kota Sawahlunto
Sawahlunto (Humas) Jumat, 24 April 2026,
Suasana di lingkungan MAN Kota Sawahlunto terasa berbeda dari biasanya. Cahaya matahari yang lembut menyelinap di antara pepohonan, seakan turut menyaksikan sebuah tradisi yang terus hidup Muhadarah rutin yang menjadi ruang pembinaan jiwa, bahasa, dan keberanian para siswa.
Kegiatan kali ini dipersembahkan dengan penuh tanggung jawab oleh siswa Kelas XI F3 di bawah bimbingan wali kelas mereka Vivied Nopidtrianis. Dengan persiapan yang matang dan semangat kebersamaan yang terasa hangat, para petugas tampil percaya diri, menghidupkan setiap rangkaian acara dengan tertib dan khidmat.
Muhadarah bukan sekadar agenda rutin; ia adalah panggung kecil tempat mimpi-mimpi besar dilatih untuk bersuara. Satu per satu siswa tampil, menyampaikan pidato, tilawah, hingga penampilan bahasa yang menggugah. Kata-kata yang terucap bukan hanya rangkaian bunyi, melainkan cermin dari proses belajar yang terus bertumbuh.
Seluruh siswa dan GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) turut hadir, menyatu dalam suasana yang sarat makna. Keheningan yang tercipta saat penyampaian materi, hingga tepuk tangan yang mengiringi setiap penampilan, menjadi bukti bahwa kegiatan ini bukan hanya formalitas, melainkan kebutuhan ruhani dan intelektual.
Pada puncak acara, amanat disampaikan oleh Sulyadi. Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, beliau mengingatkan pentingnya membangun karakter melalui keberanian berbicara dan keikhlasan dalam belajar. Ia menekankan bahwa setiap kata yang dilatih hari ini adalah bekal untuk masa depan, ketika para siswa kelak berdiri di tengah masyarakat.
“Jangan takut salah, karena dari kesalahan itulah kita belajar menjadi lebih baik,” demikian pesan Sulyadi yang menggema, meresap ke dalam benak para peserta.
Kegiatan Muhadarah pagi itu berakhir dengan suasana penuh refleksi. Langkah-langkah para siswa yang meninggalkan lapangan seolah membawa semangat baru bahwa belajar bukan hanya tentang angka dan teori, tetapi juga tentang keberanian menyampaikan isi hati dan pikiran.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor : DTB