Satu Langkah Menuju Juara: Nabila Irda Pertiwi Wakili MAN Kota Sawahlunto di Semifinal SANTIKA SYINTHESIS 8th.
SAWAHLUNTO (Humas), 23 April 2026
Sebuah kabar harum menyeruak bak aroma tanah sehabis hujan. Nabila Irda Pertiwi srikandi muda dari MAN Kota Sawahlunto, baru saja menorehkan tinta emas dalam lembaran prestasinya. Dengan kecerdasan yang tajam dan ketekunan yang membaja, ia berhasil melangkah mantap menuju babak Semifinal Olimpiade Sosiologi Nasional 8th (SANTIKA SYINTHESIS) Tahun 2026.
Langkah Nabila bukan sekadar perjalanan akademik biasa. Ia adalah representasi dari nalar kritis yang tumbuh subur di lembah tambang, membawa misi untuk membedah fenomena sosial dengan kacamata kemanusiaan. Kini pandangannya akan tertuju pada satu titik Aula Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (UNP), tempat laga intelektual itu akan dipanggungkan pada 5 Mei 2026 mendatang.
Keberhasilan ini tidak tumbuh di ruang hampa. Di balik ketenangan Nabila dalam menjawab tiap mosi dan soal, ada tangan dingin seorang mentor, Fatma Yusni. Fatma Yusni adalah dirigen yang mengatur ritme belajar Nabila, mengubah teori-teori sosiologi yang kaku menjadi pemahaman yang hidup dan bernyawa.
Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro dalam suasana penuh haru dan bangga, menyampaikan apresiasi terdalamnya, “Pencapaian Nabila adalah buah dari ikhtiar yang melangit dan doa yang membumi. Selamat dan sukses untuk ananda Nabila. Teruslah terbang tinggi namun tetap berpijak pada kerendahan hati.
Terima kasih yang tak terhingga kepada Fatma Yusni atas dedikasi dan kesabarannya dalam membimbing, serta seluruh keluarga besar MAN Kota Sawahlunto yang terus melangitkan doa demi keberhasilan ini”, lanjut Dafril Tuanku Bandaro.
Ajang SANTIKA SYINTHESIS tahun ini diprediksi akan menjadi palagan pemikiran yang sengit. Namun, bagi Nabila, ini bukan sekadar tentang menang atau kalah. Ini adalah tentang bagaimana seorang siswa madrasah mampu berdiri tegak di panggung nasional, membuktikan bahwa dari sudut kota kecil, visi besar bisa lahir dan bersinar.
Seluruh elemen MAN Kota Sawahlunto kini bersatu dalam satu frekuensi: harapan. Mereka menanti dengan dada lapang, mengiringi setiap langkah Nabila menuju Padang dengan doa-doa yang dipanjatkan di sela waktu sujud.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB