Kembang Tidur, Gema Rindu
Yusufachmad Bilintention
malam berlubang di kelopak mata,
jiwa terpejam, detak melanglang.
warna tumbuh, gelora berputar,
menyulam mimpi di ruang samar tak bertepi.
kesadaran hanyut entah ke mana,
bayangan tak lagi hitam putih.
engkau bangkit dari rinduku,
mengkristal dalam kembang tidur yang rapuh.
bukan sekadar ngelantur—
kau bertutur tentang hidup:
bahagia, derita, luka yang melampaui.
semua mengendap ke jiwa,
menjadi semesta kata,
gambar yang tak lekang.
duhai guru baktiku,
rinduku tetap bergelora,
meski hanya dalam kembang,
antara tak sadar atau nyata.
kau hadir sebagai gema,
sebagai jejak di dinding batin,
tak lekang, tak hilang,
seperti akar yang terus mencari tanah.
dari kembang tidur yang rapuh,
pendar rindu tetap menyala,
menuntun jiwa keluar dari kelam—
meninggalkan cahaya yang tak pernah padam.
Surabaya, 29 November 2025
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly