Bermimpi Bersama Gen Z: Hendro Setiawan dan “Sistem Kemudi” Masa Depan
Oleh: [joko]
http://suaraanaknegerinews.com | Ambon _ 1 Juni 2025 – Di sebuah sudut McDonald’s di kota Ambon, terdengar tawa dan diskusi penuh semangat.
Bukan sekadar pembicaraan ringan, tapi memunculkan gagasan tentang masa depan, tentang mimpi, tentang hidup yang lebih besar dari sekadar rutinitas harian.
Di antara para pemuda Gen Z yang memenuhi meja, duduk sosok yang tenang namun penuh energi: Hendro Setiawan, seorang Senior Crown K-Link yang dikenal sebagai motivator lapangan dengan pendekatan membumi.
“Saya belum parkir di Jawa,” ujarnya sambil tersenyum. “Masih di Ambon dulu. Di sini masih banyak anak muda yang butuh diajak bermimpi.”lanjutnya.
Bagi Hendro, bermimpi bukanlah barang mewah. Ia percaya, semua orang berhak memiliki mimpi, tidak peduli latar belakang atau daerah asal.
Namun, ia juga tahu bahwa mimpi tidak bisa tumbuh sendiri. Mimpi perlu dimunculkan, digali, dan diarahkan, khususnya pada generasi muda yang kini dikenal sebagai Gen Z.
“Mereka ini luar biasa potensinya. Tapi kadang kehilangan arah. Nah, kita yang lebih dulu jalan, harus jadi kemudi buat mereka,” ujarnya.
Menggali Potensi yang Terpendam
Hendro menyadari bahwa Gen Z tumbuh di era yang serba cepat dan digital.
Mereka multitasking, cepat menangkap informasi, tapi juga mudah dialihkan. Di sini ia melihat peran penting pembimbing.
“Saya kadang merasa punya bakat jadi guru,” candanya. “Tapi bukan guru yang menggurui. Lebih ke teman berpikir, teman berdiskusi. Ajarin cara berpikir mereka, bukan hanya cara menghafal.”sambungnya.
Baginya, mendampingi Gen Z bukan soal memberi perintah, tapi menghidupkan harapan.
Ia sering mengadakan pertemuan informal, mengajak ngopi atau sekedar duduk bareng, membiarkan ide-ide pembohong bermunculan.
“Waktu itu kami ngobrol di McD, suasananya rame banget, penuh energi.
Saya bilang, kadang kita hanya butuh 1 pemikiran, lalu muncul ting atau tuing, kayak efek suara dalam kartun. Tapi itu lah, satu pikiran bisa menyalakan seluruh mimpi.”tandasnya.
Sistem Kemudi: Membangun Arah Hidup
Dalam membimbingnya, Hendro sering memakai metafora yang dekat dan mudah dipahami. Salah satunya adalah “sistem kemudi”.
“Roda bisa bergerak, tapi tanpa kemudi dia tidak tahu mau ke mana. Gen Z ini roda-roda yang kuat, energinya luar biasa. Tapi kalau tidak diarahkan, bisa bablas. Kita, para mentor, guru, orang tua adalah sistem kemudinya.”urainya.
Ia tidak memaksakan arah, tapi menawarkan panduan. Ia percaya bahwa arah hidup harus dipilih oleh si pemilik hidup itu sendiri.
Namun, kehadiran seorang pembimbing bisa menjadi perbedaan antara orang yang tersesat dan orang yang sampai tujuan.
Dari Timur, Lahir Harapan
Keputusannya untuk tetap berada di Ambon bukan tanpa alasan.
Di saat banyak orang mengejar peluang di kota besar, Hendro justru menemukan panggilannya di tempat yang jauh dari sorotan.
“Di sini, banyak sekali potensi yang belum tergali. Anak-anak muda yang cerdas, pekerja keras, tapi minim dukungan dan arah. Saya ingin menunjukkan bahwa dari Ambon pun bisa lahir pemimpin dan pengusaha hebat.”tegasnya.
Bagi Hendro, wilayah bukanlah batas mimpi. Yang penting adalah semangat untuk menggali potensi dan berani mengambil langkah pertama.
Pesan Terakhir: Berani Bermimpi
Menutup perbincangan, Hendro menyampaikan pesan sederhana tapi dalam: “Bermimpi itu gratis. Tapi mewujudkannya membutuhkan keberanian. Kamu tidak harus tahu semuanya sekarang, cukup satu langkah kecil—satu berpikir. Setelah itu, biarkan ting dan tuing-nya datang sendiri.”
Di tangan orang-orang seperti Hendro Setiawan, kita percaya: masa depan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan tren, tetapi juga oleh keberanian untuk bermimpi, dan kehadiran orang-orang yang bersedia menjadi kemudi dalam perjalanan generasi berikutnya.