Detak Jantung Demokrasi
Karya : Nel Susanti
–
Percakapan dengan
Gema Pilihan Rakyat
Bukan gelegar guntur di angkasa,
Bukan pula dentuman meriam perang.
Suara demokrasi adalah bisikan nurani, Yang jatuh hening di dalam bilik suara.
Ia adalah lagu dari jutaan jiwa,
Dari petani di pematang sawah basah,
Dari nelayan yang membelah samudra,
Dari guru yang merangkai kata penuh asa.
Suara itu merambat, menembus dinding istana,
Menggema di lorong-lorong gedung dewan.
Menjadi pengingat bagi yang terlena kuasa,
Bahwa daulat tertinggi ada di tangan insan.
Terkadang parau dalam debat yang sengit,
Terkadang lantang dalam pekik perjuangan.
Namun dalam riuh perbedaan yang rumit,
Tersimpan satu tujuan: masa depan gemilang.
Maka, jangan biarkan ia redup dan hilang,
Jangan biarkan ia bungkam dalam ketakutan.
Sebab satu suara yang kau titipkan dengan lantang,
Adalah napas bagi kemerdekaan.
Padang ,10 Oktober 2025
Profile Penulis
Nel Susanti, Z,S.Pd perempuan kelahiran kota Batusangkar, 15 September 1972 ,Penulis menyelesaikan kuliah SI Pendidikan Ekonomi (1996).. Awal Karier penulis dimulai dari mengajar di SMKN Padang tahun 1998 – 2025, mengajar di SMK N 6 Padang pada program keahlian Perhotelan hingga sekarang