April 26, 2026

Iman di Tengah Penolakan: Seruan Pastor Pius dari Lauran untuk Setia pada Yesus

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Sabtu, 24 Mei 2025 — Di tengah kehidupan umat yang semakin diuji oleh tekanan sosial dan godaan duniawi, sebuah suara penuh keteguhan iman bergema dari Dusun Taborat, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan.

Pastor Pius Heljanan, MSC, gembala umat Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, mengajak umat untuk tetap setia kepada Yesus, meskipun harus menghadapi penolakan dari sesama.

Dalam refleksi rohaninya yang bertajuk “Setialah pada Yesus Walaupun Ditolak Sesama,” Pastor Pius menyampaikan pesan mendalam dari Injil Yohanes 15:18-21:

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku.” Ia mengajak umat untuk merenungkan kenyataan pahit yang kadang harus dihadapi oleh para pengikut Kristus.

“Tidak sedikit orang beriman yang akhirnya memilih menjauh dari Yesus karena tawaran dunia atau ancaman terhadap hidup dan keluarganya,” ujar Pastor Pius. “Padahal, kita adalah milik Yesus. Kita telah dijadikan keluarga Allah.”

Menurutnya, menjadi murid Kristus berarti siap memikul salib: disingkirkan dari lingkungan kerja, kehilangan hak, dipersulit dalam mendapatkan jabatan, hingga menghadapi hambatan dalam usaha dan kehidupan sosial.

“Semua itu terjadi karena kita menjalani hidup yang benar, sebagaimana diajarkan oleh Yesus,” ungkapnya.

Meski demikian, Pastor Pius menegaskan bahwa penderitaan karena iman bukanlah alasan untuk menyerah, justru itulah panggilan sejati sebagai murid Kristus.

Ia menutup refleksinya dengan ajakan untuk mengampuni mereka yang membenci atau menyakiti kita, meneladani sikap Yesus sendiri.

“Setialah dengan imanmu,” pesannya dengan penuh keyakinan. “Ampunilah para pembencimu.”

Di tengah dunia yang semakin gersang akan nilai-nilai rohani, pesan Pastor Pius menjadi pengingat bahwa kesetiaan kepada Kristus mungkin tak selalu membawa kenyamanan, namun selalu membawa harapan dan kekuatan sejati.