April 22, 2026

Kapolda Papua Barat di UNCRI: Penegakan Hukum Berbasis Budaya dan Kolaborasi, Pilar Stabilitas Papua Barat

Laporan: Milton De Holet

Manokwari, 1 Oktober 2025 — Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari menyelenggarakan kuliah umum bertema “Penegakan Hukum dan Kamtibmas di Papua Barat” yang menghadirkan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., sebagai narasumber utama. Acara ini dimoderatori langsung oleh Rektor UNCRI, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, S.H., M.Hum., M.M., C.L.A., dan diikuti oleh ratusan mahasiswa serta dosen dari lima program studi yang ada di UNCRI.

Kegiatan yang digelar di Aula UNCRI ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika untuk memahami langsung dinamika penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dari perspektif praktisi sekaligus pimpinan tertinggi kepolisian daerah.

Polisi adalah Masyarakat yang Diberi Seragam

Kuliah umum diawali dengan pemaparan dari Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat, Kombes Pol. Hesman Napitupulu, S.H., S.I.K., M.H., yang menjelaskan strategi operasional penegakan hukum di tengah kompleksitas sosial budaya Papua Barat.

Kapolda Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. “Polisi bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari masyarakat yang diberi seragam. Kami terbuka terhadap pengawasan, kritik, dan masukan publik,” ujarnya.

Budaya Lokal dan Kolaborasi Tokoh Agama Jadi Kunci

Kapolda Isir menekankan bahwa keberhasilan Kamtibmas di Papua Barat sangat bergantung pada pendekatan berbasis nilai budaya dan dukungan tokoh agama yang memiliki peran sentral. “Penegakan hukum harus selaras dengan budaya lokal dan tokoh agama sangat penting karena mereka memiliki pengaruh moral yang besar di masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Kapolda juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat lainnya untuk memperkuat stabilitas sosial. Peran tokoh agama dinilai sangat vital dalam mencegah konflik sosial, meredam radikalisme, serta memperkuat nilai toleransi dan hukum, terutama di Papua Barat yang kaya keberagaman.

Diskusi Interaktif: Mahasiswa Tunjukkan Kepedulian dan Kritis

Sesi diskusi berlangsung hidup dengan mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait penegakan hukum di daerah terpencil, kejahatan digital, peran pemuda dalam menjaga Kamtibmas, serta upaya membangun kembali kepercayaan publik terhadap kepolisian.

Kapolda menyambut positif antusiasme mahasiswa sebagai mitra strategis dalam mendorong perubahan sosial yang lebih baik.

Rektor UNCRI, Prof. Roberth, menambahkan bahwa kuliah umum ini menambah wawasan sekaligus menumbuhkan kesadaran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam keamanan dan keadilan sosial. “UNCRI mendukung penuh dialog dan pendidikan publik untuk membangun kolaborasi antara akademisi dan aparat penegak hukum,” katanya.

UNCRI Berkomitmen Mendukung Papua Barat yang Aman dan Berdaya

Kuliah umum ini bagian dari rangkaian kegiatan akademik pembuka Tahun Ajaran 2025/2026. UNCRI menegaskan komitmen mencetak lulusan unggul, sadar hukum, peduli kebangsaan, dan aktif dalam pembangunan Papua Barat yang damai dan berkeadilan.