May 20, 2026

Kobarkan Semangat Kebangkitan Nasional ke-118, Kepala MAN Kota Sawahlunto Pimpin Upacara Harkitnas

IMG-20260520-WA0092(1)

SAWAHLUNTO (Humas) 20 Mei 2026

Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu pagi (20/5/2026). Bertindak langsung sebagai Pembina Upacara, Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, memimpin jalannya ritual kenegaraan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan diselimuti semangat nasionalisme yang tinggi di halaman utama madrasah.

Upacara yang menjadi simbol kebangkitan pemuda dan bangsa ini diikuti oleh seluruh elemen madrasah, mulai dari jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) hingga seluruh siswa dan siswi MAN Kota Sawahlunto. Di bawah langit pagi yang cerah, barisan peserta upacara berdiri tegap, merefleksikan keteguhan hati untuk terus melanjutkan estafet perjuangan bangsa melalui jalur pendidikan.

Mengawali amanatnya Dafril Tuanku Bandaro dengan nada suara yang penuh rona kehangatan dan wibawa, langsung menyampaikan apresiasi terdalam serta ucapan terima kasih yang tak terhingga. Pujian tersebut ditujukan khusus kepada para pelaksana upacara yang telah berlatih keras, serta kepada seluruh peserta upacara yang mampu menjaga atmosfer kedisiplinan.

“Kekhidmatan yang kita rasakan pagi ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kesungguhan hati. Terima kasih kepada anak-anakku pelaksana upacara dan seluruh keluarga besar MAN Kota Sawahlunto yang telah menunjukkan khidmat luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa ruh kebangkitan itu hidup di dada kita,” ujar Dafril Tuanku Bandaro menggetarkan sanubari peserta upacara.

Suasana semakin larut dalam refleksi mendalam saat Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro membacakan naskah pidato resmi dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Di era di mana teknologi dan ruang siber menjadi medan perjuangan baru, pesan menteri yang dibacakan tersebut menekankan pentingnya penguasaan literasi digital, inovasi, dan menjaga persatuan bangsa di tengah arus modernisasi.

Narasi pidato tersebut menegaskan bahwa jika 118 tahun lalu Boedi Oetomo bangkit menembak keterbelakangan lewat organisasi modern, maka generasi hari ini khususnya para siswa madrasah harus bangkit menguasai teknologi demi membawa Indonesia emas ke panggung dunia, tanpa kehilangan identitas moral dan spiritualnya.

Sepanjang prosesi, dari pengibaran sang saka Merah Putih hingga mengheningkan cipta, tidak ada riuh yang mengganggu. Yang terdengar hanyalah deru angin pagi Sawahlunto dan lantunan lagu-lagu patriotik yang membakar semangat. Harmoni antara guru yang menuntun dan siswa yang patuh menciptakan potret pendidikan yang indah.

Upacara peringatan Harkitnas ke-118 di MAN Kota Sawahlunto ini berjalan dengan sangat baik, lancar, dan aman. Momentum ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan di kalender akademik, melainkan sebuah jeda sakral untuk memompa kembali darah perjuangan, mengukir prestasi, dan memastikan bahwa dari madrasah ini, akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan bangsa yang religius dan berwawasan global.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor : DTB