April 26, 2026

Menuju Rumah Ibadah yang Lebih Luas dan Layak, Jemaat Ebenhaezer Romnus Siap Gelar Peletakan Batu Penjuru Gereja Baru

 

Oleh : joko

http:suaraanaknegerinews.com | Romnus, Kepulauan Tanimbar — Suasana penuh semangat dan harapan tengah mengiringi jemaat Gereja Suara Ketebusan Ebenhaezer di Desa Romnus, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pada Kamis, 6 Juni 2025, Gembala Jemaat, Pendeta Ridolf Keliduan, memimpin langsung proses pemasangan boplang sebagai persiapan untuk momentum penting: acara peletakan batu penjuru gereja baru, yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2025.

Acara tersebut akan menjadi momen bersejarah, karena tidak hanya menandai dimulainya pembangunan rumah ibadah yang lebih representatif bagi jemaat, tetapi juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-60 Gereja Ebenhaezer dan Desa Romnus.

“Peletakan batu penjuru ini bukan sekadar simbol pembangunan fisik, tapi awal dari harapan besar bagi kemajuan pelayanan dan pertumbuhan iman jemaat, baik saat ini maupun di masa yang akan datang,” ungkap Pendeta Ridolf dengan penuh keyakinan.

Menurut beliau, gereja lama sudah tak lagi mampu menampung jumlah jemaat yang terus bertambah.

Dalam ibadah-ibadah sebelumnya, banyak jemaat terpaksa duduk di luar gedung gereja karena keterbatasan ruang.

Karena itu, pembangunan gereja yang lebih luas dan nyaman menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh jemaat dapat beribadah dengan lebih tenang, fokus, dan sepenuhnya terlibat dalam pujian dan penyembahan kepada Tuhan.

Persiapan Matang, Undangan Meluas

Proses persiapan pun hampir rampung. “Saat ini tinggal pemasangan ikat besi, tulangan cakar ayam, dan penggalian fondasi yang telah diselesaikan hari ini,” jelas salah satu panitia pembangunan.

Suasana gotong royong dan semangat kebersamaan tampak kuat di tengah jemaat, mulai dari tukang bangunan hingga ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi.

Undangan resmi telah disebarkan ke berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan sejumlah gereja di Kota Saumlaki, seperti GBI Milos, GSJA, GPdI, GPSDI, dan tentunya Gereja Suara Ketebusan lainnya yang berada di wilayah kepulauan.

Simbol Harapan, Tonggak Sejarah

Gereja baru yang akan dibangun bukan sekadar tempat ibadah. Bagi jemaat Ebenhaezer Romnus, itu adalah simbol dari komitmen iman, kerja sama, dan harapan baru untuk generasi mendatang.

Dengan semangat rohani yang terus menyala, mereka siap mencatat sejarah baru di tengah ulang tahun ke-60 jemaat dan desa yang mereka cintai.

“Mari kita semua bergandengan tangan, dalam doa dan dukungan nyata, agar proses pembangunan gereja ini berjalan lancar dan menjadi berkat bagi semua,” pungkas Pendeta Ridolf.