April 16, 2026
Nita Lusaid

Refleksi pagi ini,

🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄
Nita Lusaid
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄

Natal tiba..
bukan dengan gemerlap,
melainkan dengan sunyi
yang belajar bernapas.
Di Sumatra,
tanah masih basah oleh air mata,
rumah-rumah meraba kembali arah berdiri,
dan cahaya lilin
sering kalah oleh gelap
yang panjang dan sabar.

Tak semua tangan memeluk pohon Natal.
Tak semua meja mengenal hidangan.
Air bersih yang mengalir
menjadi mukjizat kecil,
yang diterima dengan syukur,
tanpa suara.
Namun di balik keterbatasan itu,
iman menyala,
bukan untuk menuntut,
melainkan untuk bertahan.

Di malam kelahiran yang kudus,
kasih tidak meminta kartu identitas.
Ia datang sebagai empati,
sebagai bahu yang sedia menopang
tanpa bertanya,
kepada siapa doa dipanjatkan.
Muslim menguatkan Kristiani,
Kristiani membalas dengan kerja dan doa:
luka-luka pun saling mengenali,
bahwa duka memanggil kita
menjadi manusia.

Di negeri ini,
gotong royong adalah bahasa purba
yang diwariskan pada darah.
Ia hidup di tangan-tangan yang berbagi,
di piring-piring yang berpindah,
di doa-doa lintas iman
yang naik
tanpa saling meniadakan.
Cinta bekerja
lebih cepat daripada perdebatan.

Natal tahun ini menguji,
namun juga mengajar:
kasih tidak lahir dari kelimpahan,
melainkan dari keberanian,
untuk menjaga sesama.
Toleransi bukan semboyan,
ia tindakan yang setia
hadir,
saat yang lain runtuh.

Maka di tengah reruntuhan,
kami berdoa:
agar damai berumah di hati manusia,
agar bencana menjelma kesadaran,
agar Indonesia tetap tegak
sebagai rumah
yang merangkul semua
tanpa menanyai nama Tuhan.

Selamat Natal.
Kiranya cinta yang lahir di palungan,
menemukan jalannya
di setiap tangan
yang memilih
untuk menguatkan.🍂🍂🍂

🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄
Selamat Natal Sahabat
Kasih & Berkat Tuhan menyertai ✨✨✨
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄

Jakarta, 25 Desember 2025