May 25, 2026

Refleksi Demokrasi: Paulus Laratmase Dorong Komunitas Sipil Berjuang Tanpa Kekerasan

Oleh: joko

LP3ES–Paramadina Gelar Webinar, Paulus Laratmase: Saatnya Suara Sipil Diorganisir, Menyalakan Lilin Demokrasi dari Ruang Masyarakat Sipil

Webinar LP3ES dan Universitas Paramadina jadi ruang refleksi dan keprihatinan bersama masyarakat sipil, Akademisi, peneliti, hingga aktivis hadir menyuarakan harapan perbaikan demokrasi Indonesia.

Suara Sipil di Tengah Gelap Demokrasi

http://suaraanaknegerinews.com | Pimpinan Umum Redaksi suaraanaknegerinews.com, Paulus Laratmase, menegaskan bahwa kondisi bangsa hari ini menjadi tantangan besar bagi pegiat masyarakat sipil. Menurutnya, komunitas sipil perlu diorganisir dengan baik agar mampu menyuarakan kepentingan rakyat dengan cara-cara damai.

“Komunitas kita hari ini perlu diorganisir sedemikian rupa sehingga mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat sipil melalui jalan tanpa kekerasan, demi Indonesia yang lebih baik,” ujar Paulus dalam refleksi menjelang webinar.

Webinar “Menyalakan Lilin di Kegelapan”

Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bersama Universitas Paramadina menggelar webinar bertajuk “Menyalakan Lilin di Kegelapan: Refleksi dan Keprihatinan Bersama Masyarakat Sipil”, Minggu (31/8/25) pukul 15.30 WIB.

Acara ini menjadi ruang percakapan kritis untuk merespons dinamika demokrasi Indonesia yang kian penuh tantangan.

Pengantar Diskusi

Kegiatan dibuka oleh Fahmi Wibawa (Direktur Eksekutif LP3ES) dan Didik J. Rachbini (Rektor Universitas Paramadina sekaligus Peneliti Senior LP3ES). Keduanya menggarisbawahi pentingnya menjaga ruang sipil yang sehat di tengah derasnya arus politik dan kebijakan publik.

Deretan Narasumber

Diskusi menghadirkan sejumlah tokoh akademisi dan aktivis masyarakat sipil, di antaranya:

  • Wijayanto – Eksekutif PIIS, Universitas Gadjah Mada
  • Ahmad K. Umam – Universitas Paramadina
  • Herlambang P. Wiratraman – Akademisi dan pegiat hak kebebasan sipil
  • Hurriyah – Universitas Gadjah Mada
  • Sukidi – Peneliti kebhinnekaan
  • Naufal Damar Juniarto – Pengamat media dan digital society
  • Abdul G. Karim – Akademisi dan pegiat kebijakan publik
  • Nenden S. Arum – Aktivis masyarakat sipil

Diskusi ini dimoderatori Swary Utami Dewi, alumnus Sekolah Demokrasi LP3ES sekaligus pegiat sosial dan lingkungan.

Akses dan Partisipasi

Webinar ini terbuka untuk umum melalui tautan Zoom bit.ly/Demokrasi2025 dengan Meeting ID: 849 9913 3362 dan Passcode: 498851. Selain itu, acara turut disiarkan langsung melalui kanal resmi LP3ES Jakarta.

Menyalakan Lilin, Menyalakan Harapan

LP3ES dan Universitas Paramadina berharap kegiatan ini menghadirkan refleksi kritis sekaligus menguatkan semangat masyarakat sipil. Metafora “lilin di kegelapan” menggambarkan upaya kecil namun konsisten yang diyakini dapat menjadi cahaya bagi perbaikan demokrasi Indonesia.

“Kita perlu mendesakkan perbaikan segera atas berbagai masalah yang ada. Namun, substansi perjuangan harus tetap jernih sebagai penyambung lidah rakyat,” ujar moderator Swary Utami Dewi.

Pesan Paulus Laratmase: Mengawal Suara Rakyat

Dalam momentum ini, Paulus Laratmase kembali mengingatkan pentingnya refleksi bersama. Ia menegaskan bahwa perjuangan masyarakat sipil adalah panggilan moral yang harus dilakukan tanpa kekerasan.

“Inilah saatnya kita mengawal suara jernih amanat penderitaan rakyat. Suara sipil harus terus hidup, diorganisir, dan diperjuangkan dengan damai demi Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.