May 14, 2026

Pastor Pius Heljanan MSC: Iman Harus Bergerak dan Menjangkau Sesama

IMG-20260215-WA0098

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Pagi yang tenang di kawasan Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kamis (14/05/2026), menjadi ruang refleksi iman ketika Pastor Pius Heljanan MSC kembali mengingatkan umat tentang makna perutusan dalam kehidupan Kristiani.

Dari Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius menyampaikan pesan rohani yang menegaskan bahwa setiap orang percaya sejatinya dipanggil untuk menjadi pewarta kasih Tuhan di tengah dunia yang terus berubah. “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku,” kutip Pastor Pius mengawali refleksinya dari Injil Matius 28:16-20.

Bagi Pastor Pius Heljanan MSC, amanat agung Yesus bukan sekadar pesan rohani yang berhenti di altar gereja, melainkan panggilan nyata yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa seseorang diutus bukan karena kekuatan, jabatan, atau kemampuan pribadi, melainkan karena percaya kepada Kristus sebagai penguasa surga dan bumi. “Kita diutus bukan karena kehebatan diri, tetapi karena telah percaya pada-Nya,” ungkap Pastor Pius.

Dalam refleksinya, Pastor Pius menguraikan empat pesan penting Yesus sebelum kenaikan-Nya ke surga. Pertama, kuasa untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus.

Kedua, tugas membaptis. Ketiga, tanggung jawab mengajar dan mewartakan kabar gembira. Keempat, janji penyertaan Tuhan bagi setiap orang yang menjalankan perutusan itu.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini, ketika arus informasi, perubahan sosial, hingga tantangan moral kerap membuat banyak orang kehilangan arah hidup dan nilai-nilai iman.

Di tengah situasi itu, Pastor Pius mengingatkan bahwa umat Kristiani tidak boleh hanya menjadi penonton. Iman, menurutnya, harus hadir melalui tindakan nyata yang membawa pengharapan, kasih, dan perubahan bagi sesama. “Sadarilah Tuhan membutuhkan dirimu untuk melaksanakan misi mulia ini,” katanya.

Ia juga mengajak umat untuk berani keluar dari zona nyaman dan menjumpai mereka yang belum mengenal Tuhan maupun yang hidupnya dinilai belum sejalan dengan kehendak Allah. “Pergilah menjumpai orang-orang yang belum mengenal atau hidupnya belum sesuai kehendak Tuhan. Ajaklah dan ajarilah kasih Tuhan kepada mereka,” pesan Pastor Pius.

Refleksi tersebut tidak hanya menjadi seruan spiritual, tetapi juga kritik halus terhadap kecenderungan sebagian orang beriman yang merasa cukup menjalani ritual keagamaan tanpa menghadirkan dampak nyata dalam kehidupan sosial.

Menurut Pastor Pius, perutusan sejati terletak pada keberanian menghadirkan kasih Tuhan di tengah keluarga, lingkungan, maupun masyarakat.

Ketika seseorang mampu membawa orang lain mengenal Tuhan dan hidup dalam kebaikan, di situlah iman menjadi berkat yang hidup. “Ketika mereka bertobat, mengenal, percaya dan hidup sesuai perintah Tuhan, keselamatan mereka peroleh. Hidupmu telah menjadi berkat bagi sesama,” tutup Pastor Pius Heljanan MSC.(Jk)