BPI Verifikasi Ribuan Calon Tenaga Kerja Migas di Tanimbar
Joe Noya: SDM Lokal Harus Siap Rebut Peluang Blok Masela
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) mulai melakukan verifikasi administrasi dan pemetaan kompetensi terhadap ribuan calon tenaga kerja asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk menghadapi kebutuhan industri migas Blok Masela.
Proses verifikasi berlangsung di Kantor BPI Cabang Saumlaki, Jalan Ir. Soekarno, Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi peserta program vokasional standar migas yang sebelumnya telah mendaftar melalui pendataan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Program Pemda dan Pendampingan BPI
Direktur PT Bangkit Prestasi Insani pusat di Yogyakarta, Joe Noya, menegaskan bahwa program tersebut merupakan program Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sementara BPI hanya bertindak sebagai lembaga pendamping dan konsultan pelatihan sumber daya manusia. “Ini program Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar. BPI hanya membantu sebagai konsultan Pemda,” ujar Joe Noya kepada media.
Menurutnya, BPI merupakan lembaga yang bergerak di bidang pelatihan manpower standar migas, energi kelistrikan, jasa konsultansi, hingga manpower supply untuk kebutuhan industri strategis.
Joe menjelaskan, Pemerintah Daerah telah menyerahkan data sebanyak 3.717 calon tenaga kerja kepada BPI untuk diverifikasi dan dipetakan ke dalam sekitar 28 bidang jabatan kerja. “BPI sedang melakukan verifikasi untuk membagi mereka dalam kurang lebih 28 jabatan sehingga setelah tersertifikasi mereka akan mendapat pembinaan karakter,” katanya.
Sertifikasi Kompetensi dan Safety Migas
Ia menyebutkan, setelah pembinaan karakter, peserta akan mengikuti sertifikasi kompetensi sesuai bidang minat masing-masing, seperti welder, scaffolder, rigger, operator alat berat, driver dump truck, catering, hingga tenaga pendukung industri lainnya. “Kalau dia akan menjadi seorang welder maka sertifikasi untuk menjadi seorang welder dengan standar migas,” jelasnya.
Selain sertifikasi kompetensi, seluruh peserta juga diwajibkan memiliki sertifikasi keselamatan kerja atau safety mandatory sebagai syarat utama bekerja di lingkungan industri migas. “Minimal dia harus punya sertifikasi safety K3 umum,” tegas Joe.
Ia mengatakan, kebutuhan sertifikasi keselamatan juga akan berkembang mengikuti kebutuhan operasi migas di wilayah onshore maupun offshore Blok Masela, termasuk sertifikasi keselamatan kerja di laut.
Target Kuota Tenaga Kerja Lokal
Joe mengungkapkan, kerja sama antara Pemerintah Daerah dan BPI telah disepakati untuk jangka waktu tiga tahun ke depan guna menyiapkan tenaga kerja lokal Tanimbar yang memiliki standar industri migas nasional. “Pemerintah daerah mempunyai kuota 30 persen dari kebutuhan manpower sesuai regulasi,” ujarnya.
Tahap awal program, lanjut dia, difokuskan pada kebutuhan tenaga kerja fase land clearing proyek Blok Masela yang banyak membutuhkan operator alat berat, driver, tenaga catering, hingga pekerja pendukung lainnya.
Sementara pada fase EPC construction, kebutuhan tenaga kerja akan berkembang ke sektor konstruksi dan teknis industri migas. “Nanti ada banyak sekali anak-anak yang disertifikasi kompetensi yang terkait dengan bidang konstruksi seperti scaffolder, rigger, welder dan lain-lain,” katanya.
Seleksi Gratis dan Profesional
Joe memastikan seluruh proses verifikasi dan pelatihan tidak dipungut biaya kepada peserta karena program tersebut merupakan bagian dari kerja sama Pemerintah Daerah dengan BPI. “Untuk peserta sama sekali tidak dipungut biaya karena ini program pemerintah daerah,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi, BPI menggandeng sejumlah lembaga nasional seperti PPSDM Kementerian ESDM, BNSP, lembaga sertifikasi profesi di Yogyakarta, hingga Akademi Maritim Nusantara Cilacap.
Joe juga menegaskan proses seleksi tenaga kerja akan dilakukan secara profesional dan terbuka tanpa kepentingan kelompok tertentu. “Semuanya secara profesional, adil dan merata di 10 kecamatan,” ujarnya.
Jangkau Desa dan Libatkan Perempuan
Ia menambahkan, BPI bersama Pemerintah Daerah akan menjangkau desa-desa terpencil melalui mekanisme pendataan langsung maupun koordinasi dengan pemerintah desa setempat. “BPI akan mendatangi langsung desa-desa yang bisa terjangkau. Untuk desa yang tidak terjangkau, verifikasi akan dilakukan melalui kepala desa,” jelas Joe.
Selain tenaga laki-laki, program tersebut juga membuka peluang bagi perempuan dan penyandang disabilitas sesuai kemampuan dan standar kesehatan kerja industri migas.
“Tenaga perempuan justru menjadi salah satu fokus utama BPI karena banyak lowongan pekerjaan di bidang pariwisata, catering dan sektor pendukung lainnya,” katanya.
Dorong SDM Lokal Siap Bersaing
Joe menilai penguatan kualitas sumber daya manusia lokal menjadi langkah penting agar masyarakat Tanimbar tidak hanya menjadi penonton dalam proyek strategis nasional Blok Masela. “Tidak ada jalan lain selain anak-anak Tanimbar harus meningkatkan karakter dan skill kompetensi untuk bersaing merebut peluang kerja yang ada di Tanimbar,” tandasnya.
Ia berharap seluruh elemen daerah, mulai dari pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum dapat mendukung program penyiapan SDM lokal tersebut demi menghadapi perkembangan industri migas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.(rls:joko)