April 23, 2026

Pastor Pius Heljanan, MSC: Jadilah Pribadi Setia dan Bijaksana dalam Iman

Oleh: joko

Renungan Pastor Pius dari Lauran: Hidup Berkualitas dengan Kesetiaan dan Kebijaksanaan

Jadilah Pribadi Berkualitas: Setia dan Bijaksana

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Kamis, 28 Agustus 2025 — Dalam suasana pagi yang teduh, Pastor Pius Heljanan, MSC, dari Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menyampaikan pesan iman yang mendalam.

Mengutip Injil Matius 24:42-51, Pastor Pius mengajak umat beriman untuk senantiasa siap siaga dalam hidup, bukan hanya berfokus pada kepentingan pribadi, tetapi juga terbuka untuk karya Tuhan dan pelayanan kepada sesama.

Hidup dalam Pengharapan, Bukan Sekadar untuk Hari Ini

Menurut Pastor Pius, ada orang yang menjalani hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri, seakan hari ini adalah satu-satunya yang penting. Padahal, hidup orang beriman selalu berakar pada pengharapan akan masa depan yang terarah pada Tuhan dan sesama.

“Saudaraku, hidup beriman berarti hidup dalam pengharapan. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk Tuhan dan bagi sesama,” ungkapnya.

Dua Sikap Utama: Setia dan Bijaksana

Pastor Pius menekankan bahwa ada dua sikap mendasar yang harus dimiliki setiap orang beriman, yakni:

  1. Setia
    Iman yang sejati tampak dalam kesetiaan: percaya sepenuh hati kepada Tuhan dan konsisten dalam melayani sesama. Kesetiaan ini menjadi dasar dari setiap tindakan kristiani.
  2. Bijaksana
    Kebijaksanaan, menurut Pastor Pius, berarti mengarahkan setiap kata dan perbuatan untuk kebaikan bersama. Dengan kebijaksanaan, hidup umat beriman tidak hanya memberi makna bagi diri sendiri, tetapi juga menghadirkan terang bagi lingkungan sekitar.

Hadir Sebagai Berkat

Dalam penutup pesannya, Pastor Pius Heljanan, MSC, mengingatkan agar setiap pribadi beriman berusaha menghadirkan kualitas hidup yang layak di hadapan Allah.

“Jadikan dirimu pribadi beriman yang berkualitas. Selalu siap untuk kepentingan Tuhan dalam pelayanan. Hadirmu harus menjadi berkat bagi sesama,” tegasnya.

Renungan ini tidak hanya menjadi pengingat rohani, tetapi juga ajakan konkret agar umat Kristiani di Tanimbar maupun di mana pun berada, hidup dengan setia dan bijaksana, sehingga iman sungguh menjadi kekuatan yang menghidupkan.