May 4, 2026

Penting Membangkitkan Gairah dan Semangat Anak Muda, Siap Kompetisi di Era Globalisasi

Foto bersama peserta Seminar Motivasi “Beasiswa Global Persiapan SKKNI”. (19/2). (Foto: Istimewa)

Foto bersama peserta Seminar Motivasi “Beasiswa Global Persiapan SKKNI”. (19/2). (Foto: Istimewa)

Bandar Lampung, sinaranakbangsanews.com – Eka Khairunnisa selaku pimpinan Lembaga Pelatihan Global Plus Education (GPE) Lampung menekankan pentingnya membangkitkan gairah dan semangat anak muda, mereka harus siap kompetisi di era globalisasi terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal ini ia katakan pada acara Seminar Motivasi “Beasiswa Global Persiapan SKKNI” di Perpustakaan Daerah Lampung. Rabu, 19 Februari 2025.

Eka Khairunnisa melanjutkan, pembentukan pasar tunggal diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain diseluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

“Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya”, kata Eka.

Menurut Eka, Sumber Daya Manusia  (SDM) Indonesia harus memiliki  Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sesuai dengan Kepmenakertrans No 307/2014 tentang Penetapan SKKNI, tegasnya.

Adam Syuhada, Arsiya Oganara, Eka Khairunnisa, Siti Jariyah, dan Rendi Efri Sanjaya. (19/2). (Foto: lstimewa)
Adam Syuhada, Arsiya Oganara, Eka Khairunnisa, Siti Jariyah, dan Rendi Efri Sanjaya. (19/2). (Foto: lstimewa)

Tak hanya itu, Eka menyatakan, peran aktif  pihak-pihak baik swasta (lembaga formal/non-formal) agar mengadakan workshop dan sosialisasi tentang SKKNI sebagai fondasi dan tolak ukur keunggulan daya saing dalam era globalisasi terutama dalam menghadapi MEA, imbuhnya.

“Pentingnya TOEFL sebagai indikator kompetensi tenaga kerja di Indonesia serta permintaan pihak penyedia lapangan pekerjaan. Ini harus dipersiapkan”, pungkas Eka.

Testimoni Guru-Guru dan Para Peserta

 Siti Jariyah guru pendamping dari SMA 2 Bandar Lampung menyampaikan, cara ini bagus karena anaka-anak selain belajar mendapatkan wawasan apa yang harus diperbuat, inovasi apa yang dia ciptakan. Kemudian hal-hal semacam ini ada wadah tertentu yang bisa mengangkat inovasi-inovasi dari anak-anak.

“Kita persiapkan dari sekarang sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman dan bisa bersaing secara global”, tutup Siti.

Sementara itu, Adam Syuhada guru pendamping dari SMA YP Unila mengatakan, sangat bagus diadakan karena acaraa ini bisa meningkatkan semangat anak-anak supaya tetap berinovasi.

“Semoga acara ini bisa terus dilaksanakan dan ada lembaga-lembaga yang bisa menampung hasil inovasi anak bangsa ini”, tandas Adam.

Kemudian, Rendi Efri Sanjaya mengungkapkan, kegiatan hari ini sangat bermanfaat terutama wadah untuk anak-anak bisa berinovasi dengan adanya motivasi-motivasi dan tantangan kedepan dengan adanya MEA.

Peserta Seminar Motivasi “Beasiswa Global Persiapan SKKNI”. (19/2). (Foto: Istimewa)
Peserta Seminar Motivasi “Beasiswa Global Persiapan SKKNI”. (19/2). (Foto: Istimewa)

“Harapannya, acara motivasi ini lebih sering diadakan agar anak-anak termotivasi  serta lebih tahu lingkungan sekitar”, tandas Rendi.

Pada kesempatan ini juga siswa/i menyampaikan testimoninya di akhir acara. “Saya merasa sangat senang dapat belajar bersama teman-teman dan membuat saya termotivasi menjadi lebih giat belajar. Materi yang disampaikan kontekstual, praktis dan lengkap”, ujar Faiq Al Hafidz peserta KIR SMA YP Unila.

Nabila Hafizah juga peserta KIR SMA YP Unila, membeberkan, saya mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan mengikuti seminar kemarin. Saya menjadi lebih yakin untuk mengejar mimpi dapat berkuliah di PTN impian, imbuhnya.

Sementara itu, Nadine peserta KIR SMA 2 Bandar Lampung brrkomentar, acara seminar bagus dalam menjelaskan materi, tidak monoton dan bisa menarik perhatian audiens.

“Kesan saya dan kawan-kawan juga baik dan sangat enjoy mendengarkannya, keren. Saya harap acara seperti ini bisa dilaksanakan lagi”, tambah Nadine.

Diketahui, acara ini dihadiri oleh 24 siswa/i SMA YP Unila kelas X dan XI dengan dua orang guru pendamping Rendi Efri Sanjaya dan Adam Syuhada. Serta 10 siswa/i SMAN 2 Bandar Lampung dengan guru pendamping Siti Jariyah. (Arsiya Oganara)