April 23, 2026

Polri Ungguli KPK dan Kejaksaan, Publik Apresiasi Kinerja Polisi Presisi

Oleh: joko

Momentum Positif: Polri Puncaki Survei Kepercayaan Publik atas Kinerja Penegakan Hukum

Polri dinilai unggul dalam penanganan kejahatan siber, reformasi peradilan, hingga pemberantasan korupsi, survei nasional 34 provinsi tunjukkan Polri sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya, momentum perbaikan citra, tantangan ke depan adalah konsistensi dan pelayanan nyata kepada masyarakat.

Polri Raih Kepercayaan Publik Tertinggi dalam Survei Rumah Politik Indonesia

http://suaraanaknegerinews.com| Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan capaian membanggakan. Berdasarkan survei nasional terbaru yang dirilis Rumah Politik Indonesia, Polri dinilai sebagai lembaga penegak hukum dengan kinerja paling unggul sekaligus institusi yang paling dipercaya publik.

Survei ini digelar pada 22–26 Agustus 2025 di 34 provinsi. Hasilnya, Polri menempati posisi teratas dalam berbagai kategori penilaian, mengungguli dua lembaga penegak hukum utama lainnya: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung.

Capaian Utama: Polisi Presisi Mulai Dirasakan

Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai hasil ini merupakan kabar gembira bagi Polri. Ia menyebutkan bahwa citra kepolisian yang sempat mendapat sorotan kini mulai membaik, berkat gebrakan dan kinerja nyata di lapangan.

Dalam kategori kinerja umum lembaga penegak hukum, Polri mencatat skor tertinggi dengan 20,11 persen, disusul KPK (20,9 persen) dan Kejaksaan Agung (20,5 persen). Menurut Fernando, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa konsep Polisi Presisi yang digaungkan mulai membuahkan hasil.

“Saya kira ini bagian dari polisi presisi yang harus terus dilanjutkan oleh internal kepolisian, agar Polri benar-benar mendapat tempat di hati masyarakat,” ujar Fernando.

Adaptif Hadapi Kejahatan Era Digital

Keunggulan Polri juga tampak pada penanganan kejahatan siber dan kriminalitas baru. Dalam kategori ini, Polri meraih angka tertinggi dengan 22,32 persen, hanya unggul tipis dari Kejaksaan Agung (22,29 persen) dan KPK (22,29 persen).

Hasil tersebut mencerminkan bahwa Polri dinilai publik cukup adaptif dalam menghadapi tantangan penegakan hukum di era digital yang semakin kompleks.

Reformasi dan Tata Kelola Peradilan

Tak hanya itu, kinerja Polri juga diapresiasi dalam upaya reformasi peradilan. Dengan capaian 20,6 persen, Polri menempel ketat Kejaksaan Agung (20,9 persen) sekaligus mengungguli KPK (20,4 persen).

Angka ini memperlihatkan bahwa publik mulai merasakan adanya langkah perbaikan tata kelola di internal Polri, terutama pada aspek yang berhubungan langsung dengan pelayanan hukum.

Pemberantasan Korupsi: Persaingan Ketat Tiga Lembaga

Pada isu krusial pemberantasan korupsi, Polri kembali memperoleh kepercayaan publik tinggi dengan 21,20 persen. Hasil ini menempatkan Polri tepat di bawah KPK (21,23 persen), sekaligus di atas Kejaksaan Agung (21,17 persen).

Meski selisihnya tipis, data ini memperlihatkan persaingan sehat antar-tiga lembaga penegak hukum utama dalam membangun citra positif di mata masyarakat.

Tantangan: Menjaga Konsistensi

Fernando menegaskan, capaian Polri dalam survei ini tidak lepas dari proses pembenahan berkelanjutan. Ia menilai bahwa Polri, bersama KPK dan Kejaksaan Agung, kini sedang berada dalam fase memperbaiki citra melalui tindakan nyata.

Hasil survei ini, tambahnya, menjadi momentum positif bagi Polri untuk terus menjaga konsistensi, agar kepercayaan publik bukan sekadar angka statistik, melainkan benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

# humaspolreskeptanimbar