RP. Pius Heljanan, MSC: “Dirimu Dipanggil Menjadi Pelayan yang Siap Berkorban”
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Lauran, 6 Juni 2025 – Suasana hening menyelimuti Gereja Katolik Hati Kudus Yesus (HKY) Lauran pada Jumat pagi (6/6), ketika umat mengikuti perayaan Misa yang dipimpin oleh Pastor Kuasi Paroki, RP. Pius Heljanan, MSC.
Dalam momen Jumat Pertama yang bersamaan dengan Hari ke-8 Novena Roh Kudus ini, pesan yang disampaikan RP. Pius menggema kuat: “Dirimu dipanggil menjadi pelayan yang siap berkorban.”
Dalam homilinya, RP. Pius mengajak umat untuk merenungkan makna sejati dari menjadi pengikut Kristus, khususnya dalam semangat pelayanan tanpa pamrih.
Ia menegaskan, terlalu banyak orang lebih senang dilayani ketimbang melayani, lebih ingin dihormati daripada menghormati, dan rela mengorbankan orang lain demi keuntungan pribadi.
“Yesus bertanya pada Petrus bukan sekadar ingin mendengar jawaban, tapi ingin melihat konsistensi kasih itu dalam tindakan. Kasih bukan sekadar perasaan, tapi keberanian untuk berkorban demi sesama,” tutur RP. Pius.
Mengacu pada Injil Yohanes 21:15–19, Pastor Pius mengajak seluruh umat untuk menjadikan hidup sebagai wujud pelayanan nyata.
“Yesus menguji kasih Petrus. Ia pun menguji kasihmu hari ini. Apakah engkau rela melayani tanpa harus menuntut untuk dilayani? Apakah engkau bersedia merangkul yang tersingkir dan merawat persaudaraan di tengah keluarga dan komunitasmu?” tanyanya.
Pesan ini menjadi refleksi yang relevan, terutama dalam konteks kehidupan sosial yang kini kerap diwarnai individualisme dan egoisme.
Bagi Pastor Pius, pelayanan bukanlah tugas kaum rohaniwan saja, melainkan panggilan setiap orang beriman.
Di akhir Misa, suasana gereja dipenuhi haru ketika umat diajak menginternalisasi sabda:
“Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Sebuah ajakan abadi untuk meneladani Yesus Sang Gembala Agung—dengan kasih yang bekerja, berkorban, dan memulihkan.