April 29, 2026

Satu Hati dalam Doa: MAN Kota Sawahlunto Lepas Keberangkatan Mhd. Radhi Menunaikan Rukun Islam Kelima

IMG-20260429-WA0030

Sawahlunto (Humas), 29 April 2026

Di bawah langit Sawahlunto yang teduh, pagi itu terasa berbeda. Halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto dipenuhi oleh wajah-wajah yang menyimpan haru sekaligus bangga. Di sanalah, sebuah peristiwa sederhana namun sarat makna digelar pelepasan seorang insan pendidik yang akan menapaki perjalanan suci menuju Tanah Haram.

Mhd. Radhi, salah seorang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN Kota Sawahlunto, berdiri di tengah lingkaran doa dan restu. Langkahnya akan membawanya jauh, menembus batas negeri, menuju panggilan Ilahi untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026. Namun pagi itu, ia belum sepenuhnya pergi sebagian dirinya tertinggal di hati keluarga besar madrasah yang mengantarkannya dengan penuh cinta.

Acara pelepasan tersebut berlangsung khidmat, yang  langsung dilepas  oleh Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, seluruh GTK, serta para siswa yang turut menyemai suasana dengan kehangatan dan doa. Dalam sambutannya, Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan, seraya menitipkan harapan agar perjalanan suci ini menjadi ladang keberkahan, tidak hanya bagi Mhd. Radhi, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar madrasah.

“Ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan jiwa, Perjalanan Spiritual,” ucap Dafril Tuanku Bandaro, dengan suara yang tenang namun penuh makna. “Kami melepas dengan doa terbaik, agar kembali sebagai haji yang mabrur, membawa cahaya yang akan menerangi lingkungan kita,”lanjut Dafril Tuanku Bandaro

Suasana kian mengharu ketika lantunan doa yang di pimpin oleh Zulfitriadi dipanjatkan bersama. Beberapa siswa tampak menundukkan kepala, seakan ikut larut dalam perjalanan batin yang akan ditempuh guru mereka. Di sudut lain, rekan-rekan GTK menyalami satu per satu, menyisipkan doa dalam genggaman hangat yang tak lekang oleh waktu.

Mhd. Radhi, dengan mata yang berkaca-kaca, menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia menyadari, langkahnya menuju Tanah Suci tidak hanya ditopang oleh kesiapan pribadi, tetapi juga oleh doa dan dukungan dari lingkungan yang telah menjadi rumah kedua baginya.

“Mohon doakan agar saya diberi kesehatan, kelancaran, dan kembali dalam keadaan selamat,” tutur Mhd. Radhi namun penuh harap.

Acara pelepasan itu pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan antara harapan dan keikhlasan, antara perpisahan dan doa yang tak terputus. Di sana, semua yang hadir seakan diingatkan bahwa setiap perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang diberkahi.

selamat menunaikan ibadah haji. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi setiap langkah dan menerima seluruh amal ibadah.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor : DTB