SELAMAT JALAN P. Hub von Peij MSC
Oleh P. Felix Amias MSC
–
Tahun 1982 – 1985 saya murid Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Merauke. Sekolah ini termasuk wilayah paroki Kelapa Lima Merauke & pastor Hub von Peij MSC adalah pastor paroki Kelapa Lima saat itu.
FASIH BERBICARA BAHASA ASMAT
Suatu sore, kami dari lingkungan mau latihan koor di gereja paroki. Saya jalan tepat waktu, ternyata belum ada orang, tetapi di depan pastoran berdiri pastor Von Peij & sekitar 5 orang suku Asmat.
Saya heran, bangga & sekaligus tertarik karena pastor Von Peij berbicara dengan kelima orang itu pakai bahasa Asmat. Bukan hanya sekedar satu dua kata, tetapi cerita lancar, sangat fasih, seperti orang Asmat, karena ia pernah tugas lama di Asmat (waktu masih dilayani MSC).
Saya tertarik mau seperti pastor Von Peij, ingin tahu bahasa setempat supaya bisa dekat dengan masyarakat. Itulah sebabnya sampai hari ini kalau saya tugas di mana, berusaha belajar bahasa setempat, walaupun sedikit.
NEKAT PERGI TANPA MENDAFTAR
Tahun 1984, saya sudah kelas 3 SPG, rupanya ada tawaran dari keuskupan untuk kuliah di STFT Fajar Timur – Jayapura. Teman2 dari sekolah2 di Merauke: SPG, SMA, SMEA & STM banyak yang mendaftar. Saya tidak dengar, sehingga terlambat mendaftar.
Tetapi pada sore hari di mana semua yang mendaftar pertemuan perdana untuk pengecekan & saya tidak daftar tapi nekat pergi duduk di kursi paling belakang, supaya ternyata tak ada nama & kalau diusir maka saya cepat keluar untuk melarikan diri.
Di aulah PANKAT itu, penuh teman2, kira2 40an orang. Saya menoleh ke depan, terlihat pastor Hub von Peij MSC, Sr. Susana Mekiuw PBHK, Bpk Mikael Pure (petugas gereja awam), Sr. Asisia PBHK & P. Anton Maskim PR.
Sebenarnya saya takut, tapi duduk diam sambil siap lari. Begitu dicek nama dari tiap sekolah, sebut nama jawab & berdiri. Dari sekolah satu ke lain hingga SPG, saya punya nama tidak ada.
Ada rasa menyesal karena terlambat daftar, tapi kalau bereaksi nanti ketahuan, jadi saya duduk diam untuk sekedar mendengar apa yang akan dijelaskan. Tetapi apa yang terjadi? Tiba2 pastor Von Peij bertanya: SIAPA YANG BELUM ADA NAMA DI SINI?
Saya kaget, sambil tengok kiri-kanan, mungkin ada yang angkat tangan, ternyata tidak ada. Saya mau angkat tangan tapi takut, Jangan-jangan digertak & disuruh keluar. Tetapi karena pastor Von Peij tanya lagi: SIAPA YANG BELUM ADA NAMA DI SINI?
Maka saya berani angkat tangan sendiri, saya pikir mau diusir, ternyata pastor Von Peij panggil: “Mari, maju ke sini & tulis namamu.” Saya senang, waktu maju semua mata melihat, terasa seperti kaki tidak injak lantai, seperti melayang di atas angin.
Setelah mencatat nama & ketika saya balik untuk kembali ke belakang, saya melihat seorang teman yang sedang melihat saya dengan senyum, teman itu adalah P. Stafanus Tri Supriationo MSC (Stef Tri).