Sweri Bandara Mathilda Batlayeri Dibuka, Kapolres Imbau Warga Jaga Kondusifitas
Oleh: joko
Kapolres Tanimbar: Mari Jaga Kamtibmas, Jangan Terprovokasi Hoaks, Sweri Bandara Mathilda Batlayeri Dibuka, Aktivitas Warga Kembali Normal
Kapolres imbau warga jaga kondusifitas dan hindari provokasi hoaks, Sweri adat dibuka setelah kesepakatan bersama pemerintah dan masyarakat, aktivitas penerbangan kembali normal pasca dibukanya larangan adat
http://suaraanaknegerinews.com | Ketegangan yang sempat terjadi di pintu masuk Bandara Mathilda Batlayeri Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, akhirnya mereda.
Pada Selasa sore (26/8/25), larangan adat atau Sweri (Sasi) yang dipasang oleh masyarakat Desa Tumbur, khususnya dari Soa Lury, resmi dibuka setelah tercapai kesepakatan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak bandara.
Pembukaan Sweri ini berlangsung aman dan lancar, ditandai dengan kehadiran tua adat Soa Lury yang secara resmi melepas tanda larangan, disaksikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Tanimbar A. Songapnuan, Kasatpol PP, Kepala Desa Tumbur, serta perwakilan masyarakat.
Persoalan lahan jadi pemicu
Aksi pemalangan bermula dari tuntutan Soa Lury yang menilai pembangunan pagar bandara telah melebihi luas tanah 350 hektare yang dilepaskan, menjadi 375 hektare. Masyarakat mengaku dirugikan karena merasa ada kelebihan lahan yang digunakan.
Namun, pihak bandara menegaskan bahwa dari 350 hektare tanah yang dilepas dan sudah dibayar lunas pemerintah daerah, baru sekitar 329 hektare yang dipagari, sementara 21 hektare lainnya belum.
Menyikapi perbedaan data tersebut, pertemuan di kantor bupati yang dipimpin Penjabat Sekda B. Moriolkossu menghasilkan kesepakatan untuk melakukan pengukuran ulang lahan pada September 2025.
Polres Tanimbar terjunkan personel
Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., memastikan pihaknya menurunkan personel untuk mengamankan jalannya proses pelepasan Sweri.
“Kami imbau seluruh pihak menjaga Kamtibmas, tidak melakukan tindakan yang berbenturan dengan hukum, serta tetap mengedepankan musyawarah,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu atau berita hoaks yang bisa memicu keresahan.
“Mari sama-sama kita jaga kondusifitas, saling toleransi antaragama, suku, adat, dan sesama masyarakat,” ujarnya.
Akses bandara kembali normal
Sejak Selasa malam pukul 18.45 WIT, akses jalan masuk ke Bandara Mathilda Batlayeri kembali dibuka. Aktivitas masyarakat dan penerbangan pun berjalan normal seperti biasa.
Kapolres Ayani juga mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan hal-hal mencurigakan melalui layanan Call Center 110 yang aktif 24 jam.
“Polri hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, mari kita jaga bersama keamanan daerah kita,” pungkasnya.
Keamanan hasil kerja sama semua pihak
Kesuksesan pelepasan Sweri ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari aparat pemerintah daerah, adat, hingga dukungan penuh masyarakat.
Berkat pengamanan Polres Kepulauan Tanimbar bersama Polsek Wertamrian, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
#humaspolreskeptanimbar