April 22, 2026

“Tebar Kasih, Bukan Caci”: Pesan Damai Pastor Pius Heljanan untuk Anak Tuhan

Oleh: joko

Di Tanimbar, Pastor Pius Heljanan Ajak Umat Menebar Kasih dan Mengampuni, Bangun Hidup dengan Semangat Murah Hati 

Di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Tanimbar Selatan, Pastor Pius Heljanan, MSC mengajak umat membangun hidup dengan kemurahan hati dan sikap pengampunan, beliau mengingatkan, kebencian hanya akan melahirkan kebencian, sementara kasih dapat mempersatukan.

http://suaraanaknegerinews.com | Tanimbar — Rabu pagi, 10 September 2025, suasana hening dan teduh menyelimuti Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan. Di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, umat berkumpul untuk menerima wejangan rohani dari Pastor Pius Heljanan, MSC, seorang gembala yang dikenal rendah hati dan penuh kasih.

Dalam khotbahnya, Pastor Pius menyampaikan pesan mendalam bertajuk “Bangunlah Hidupmu dengan Semangat Murah Hati dan Pengampunan.” Ia mengutip firman Yesus dari Injil Lukas 6:27-38:

“Hendaklah kalian murah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya.”

Menurutnya, di tengah dunia yang semakin kompetitif dan penuh ego, kemurahan hati serta kemampuan mengampuni menjadi hal langka.

Menjauhi Persaingan Tidak Sehat

Pastor Pius mengingatkan umat tentang tantangan besar dalam kehidupan sosial dan pelayanan: sikap saling menjatuhkan demi jabatan, gengsi, atau popularitas. Ia menegaskan, perilaku seperti itu bertentangan dengan ajaran Kristus.

“Banyak orang terjebak dalam pusaran saling menghancurkan. Padahal, kebencian akan melahirkan kebencian, dendam akan melahirkan dendam, dan kekerasan hanya akan memicu kekerasan baru,” tuturnya dengan nada tegas namun penuh kehangatan.

Kasih sebagai Kunci Perdamaian

Di hadapan umat, Pastor Pius menekankan bahwa kunci untuk mengakhiri lingkaran kebencian adalah berkata benar, bertindak adil, dan mengampuni. Dengan demikian, kehidupan bersama akan dipenuhi damai dan sukacita.

“Mari kita tebar kasih, bukan caci. Rangkul sesama untuk maju bersama,” ajaknya. Seruan itu disambut dengan keheningan penuh refleksi dari umat yang hadir.

Pesan Kemanusiaan yang Relevan

Pesan yang dibawakan Pastor Pius tidak hanya relevan untuk umat Katolik di Tanimbar, tetapi juga bagi siapa pun yang hidup di tengah masyarakat majemuk. Di era ketika perbedaan sering kali menjadi pemicu konflik, semangat murah hati dan pengampunan adalah jalan menuju harmoni.

Dengan gaya tutur yang humanis dan penuh keteduhan, Pastor Pius Heljanan, MSC kembali mengingatkan bahwa kasih adalah kekuatan terbesar untuk mempersatukan dan menyembuhkan luka-luka batin manusia.