“Tinggal Dalam Kasih-Nya, Hidup Dalam Sukacita”: Pesan RD. Domincs Masriat dari UST Manila
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Manila – Dalam suasana hening dan penuh permenungan di Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Kamis (22/5/25),
RD. Domincs Baldawins Masriat, Pastor Mahasiswa asal Indonesia yang kini berkarya di Filipina, kembali menyapa umat melalui pesan rohani bertajuk Sejenak Sabda.
Seperti biasa, pesan ini tak hanya menjadi refleksi iman bagi para mahasiswa binaannya di Filipina, tetapi juga menjangkau hati umat Katolik di berbagai belahan dunia.
Kali ini, ia mengajak untuk merenungkan dua pokok penting dari Bacaan Liturgi Hari Kamis Pekan Paskah V: Kisah Para Rasul 15:7-21 dan Injil Yohanes 15:9-11.
Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, Pastor Domincs mengingatkan bahwa iman bukanlah beban, dan pertobatan bukan sesuatu yang perlu dipersulit.
“Kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka yang mau kembali kepada Allah,” ujarnya, menekankan pentingnya sikap ramah iman dalam menghadapi sesama yang sedang berproses menuju Tuhan.
Tak berhenti di situ, ia mengajak umat untuk menghayati makna kasih Yesus sebagai sumber sukacita sejati.
“Mengasihi Yesus berarti tinggal di dalam kasih-Nya. Dan tinggal di dalam kasih-Nya pasti mendatangkan sukacita,” tuturnya.
Namun bukan sukacita semu yang bersifat sementara, melainkan sukacita yang lahir dari kedalaman relasi spiritual yang memurnikan, membahagiakan, dan pada akhirnya, mengantar pada kehidupan kekal.
Melalui Sejenak Sabda, RD. Domincs Baldawins Masriat terus menyalakan lilin kecil pengharapan di tengah tantangan zaman.
Pesannya sederhana, namun mengena: bahwa kasih Allah tak mempersulit, dan sukacita sejati hanya dapat ditemukan bila kita berani tinggal dalam pelukan kasih-Nya.
Dari Central Seminary UST Manila, suara seorang imam muda Indonesia menggema, mengingatkan kita akan keindahan iman yang hidup dan berbagi dalam kasih.
Ia menutup renungannya dengan doa yang lirih namun kuat: “Marilah berdoa, ya Yesus, semoga sukacitaMu penuh di dalam diriku, salam kasih dan doaku”.