April 22, 2026

Ahmad Junaedy, S.Pi Tekankan Pentingnya Forum Konsultasi Publik LPSPL Sorong di Saumlaki

Oleh: joko

Evaluasi Standar Pelayanan, Ahmad Junaedy: Kami Hadir untuk Konservasi dan Pelayanan Publik, Dorong Transparansi dalam Penerbitan Surat Angkut Ikan di Maluku

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 30 September 2025
Forum Konsultasi Publik (FKP) kembali digelar oleh Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kantor BKIPM Ambon Wilker Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, hingga tokoh adat dan agama untuk mengevaluasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya penerbitan Surat Angkut Jenis Ikan Dalam Negeri (SAJI-DN) dan Surat Rekomendasi (SR) pemanfaatan ikan yang dilindungi.

Suara Ahmad Junaedy: Tiga Pilar Konservasi

Ahmad Junaedy, S.Pi, Pengelola Ekosistem Ahli Muda LPSPL Sorong sekaligus Ketua Tim Kerja Pemberdayaan Masyarakat, menegaskan bahwa forum ini tidak sekadar formalitas, melainkan kewajiban dalam membangun transparansi pelayanan publik.

“Forum komunikasi publik ini harus dilakukan. Kami hadir bukan hanya untuk menerbitkan dokumen, tetapi juga memastikan standar pelayanan kami sesuai harapan masyarakat. Ada mekanisme, ada laporan, dan ada evaluasi,” tegas Junaedy.

Ia juga mengingatkan tentang tiga pilar konservasi: perlindungan, pemanfaatan, dan pelestarian. “Jenis-jenis yang dilindungi penuh seperti penyu dan mamalia laut tidak boleh dimanfaatkan. Namun ada juga jenis yang bisa dimanfaatkan dengan mekanisme kuota. Harapannya, forum ini memberikan masukan positif, bukan sekadar kritik, tetapi juga solusi,” imbuhnya.

Partisipasi Multi-Pihak

FKP kali ini menghadirkan lima unsur utama: pelaku usaha perikanan, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, tokoh adat dan agama, serta media massa. Kehadiran berbagai pihak diharapkan mampu memberikan pandangan kritis sekaligus membangun, demi perbaikan sistem pelayanan.

Selain Ahmad Junaedy, hadir pula narasumber utama lainnya: Risris Sudarisman, S.Pi., M.Si — Analis Pengusahaan Jasa Kelautan Muda Ditjen PKRL KKP dan Dr. rer. nat. Ana Setyastuti, Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN.

Keduanya memaparkan materi teknis mengenai tata kelola perizinan, mekanisme sistem aplikasi e-SAJI, serta aspek riset konservasi untuk mendukung keberlanjutan sumber daya laut.

Standar Pelayanan Publik

Dalam forum ini juga dijelaskan secara rinci tentang persyaratan administrasi, mekanisme pengajuan, biaya tarif PNBP, hingga waktu layanan untuk penerbitan SAJI-DN maupun SR.

Seluruh proses kini terintegrasi secara digital melalui aplikasi e-SAJI, sehingga diharapkan mampu meminimalisir praktik penyimpangan serta meningkatkan transparansi. Bahkan, pelayanan publik di LPSPL Sorong telah menerapkan standar mutu internasional seperti ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Harapan dan Komitmen

Pada penutupan forum, seluruh peserta sepakat untuk terus memantau implementasi tindak lanjut hasil rekomendasi. Loka PSPL Sorong berkomitmen menjadi lembaga pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat dan PSPL Sorong siap melayani dengan BERSINAR — Bersih, Sinergis, Integritas, dan Terarah.

Forum ini menjadi momentum penting, bukan hanya untuk memperkuat tata kelola kelautan dan perikanan, tetapi juga untuk memastikan bahwa masyarakat pesisir dan pelaku usaha benar-benar merasakan manfaat dari pelayanan publik yang adil, transparan, dan berintegritas.