April 24, 2026

ANTOLOGI PUISI “SIMBIOSIS” SIAP DILUNCURKAN DI INTERNATIONAL MINANGKABAU LITERACY FESTIVAL (IMLF) -3 DI PADANG – SUMBAR: MERAJUT PUISI, MENJEMBATANI PERADABAN

Oleh Redaktur Leni Marlina

 

Dato’ Hashim Yaacob (Sastrawan dan Ilmuwan Malaysia): Kurator Buku Antologi Puisi “SIMBIOSIS” dan pembicara bedah buku “SIMBIOSIS” bersama akademisi dan penyair Leni Marlina (Indonesia) di Acara IMLF 3 (8-12 Mei 2025) di Padang, Sumatera Barat. Sumber Gambar: Panitia IMLF-3 Satu Pena Sumbar.

Di era digital yang serba cepat, ketika notifikasi terus berdenting dan informasi berlalu dalam sekejap, masihkah ada tempat bagi puisi? Masihkah ada ruang bagi kata-kata yang ditulis dengan cinta dan perenungan mendalam?

Jawabannya: Ya!

Antologi “Simbiosis” hadir sebagai bukti bahwa puisi bukan hanya kumpulan kata, tetapi juga jembatan peradaban. Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan refleksi kehidupan, perjalanan batin, dan dialog lintas budaya. Sebanyak 124 puisi dari 64 penyair Malaysia dan Indonesia berkumpul dalam satu buku, menyajikan kisah-kisah tentang kehidupan, cinta, sejarah, refleksi sosial, hingga pencarian makna.

Disusun dengan kurasi ketat oleh dua maestro sastra, Dato’ Hashim Yaacob dan Harlym Yeo, “Simbiosis” menghadirkan keberagaman perspektif yang menyatu dalam harmoni. Seperti ekosistem yang saling mendukung, antologi ini menjadi ruang bagi berbagai pengalaman dan pemikiran untuk saling berkelindan, menciptakan “Simbiosis” yang memperkaya khazanah sastra Melayu.

Dr. Saunir Saun adalah seorang penulis terkemuka, penyair produktif, dan cendekiawan yang telah purna tugas dari Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang, Indonesia. Ia merupakan anggota Komunitas Penulis Indonesia, Satu Pena – Wilayah Sumatera Barat.
Sumber Gambar: Arsip Leni M.

IMLF-3: MERAYAKAN SASTRA NUSANTARA DI PANGGUNG DUNIA

Peluncuran ‘Simbiosis” bukanlah sekadar acara seremonial. Buku ini akan diperkenalkan di panggung prestisius International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-3), yang akan digelar di Padang, Sumatera Barat, pada 8–12 Mei 2025. Ajang ini diketuai oleh Sastri Bakry, Ketua Perkumpulan Penulis Satu Pena Sumatera Barat, yang juga sukses memimpin IMLF-1 dan IMLF-2.

IMLF sendiri adalah festival sastra internasional yang telah berkembang menjadi forum penting bagi sastrawan, akademisi, dan pecinta literasi dari berbagai belahan dunia. Festival ini diinisiasi oleh Perkumpulan Penulis Satu Pena Sumatera Barat, didukung oleh pemerintah daerah serta mitra-mitra global, dengan misi memperkenalkan sastra, seni, dan budaya Minangkabau ke ranah internasional.

Tahun ini, IMLF-3 akan dihadiri delegasi dari 21 negara, termasuk:

Malaysia, Australia, Bangladesh, China, Kroasia, Siprus, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Kurdistan, Selandia Baru, Rusia, Spanyol, Swiss, Slovenia, Tunisia, Inggris, Uzbekistan, dan Vietnam.

Festival ini menawarkan berbagai program menarik, mulai dari diskusi panel, peluncuran buku, lokakarya sastra, pembacaan puisi, hingga penghargaan bagi insan sastra yang telah memberikan kontribusi besar dalam dunia literasi.

Salah satu sesi yang paling ditunggu adalah diskusi buku “Simbiosis”, yang akan menghadirkan Dato’ Hashim Yaacob (Sastrawan dan Ilmuwan Malaysia) serta Ibu Leni Marlina (Sastrawati dan Akademisi Indonesia) sebagai pembicara utama, dengan Bapak Harlym Yeo (Malaysia) sebagai moderator. Sesi ini akan mengupas lebih dalam aspek estetika dan pemikiran yang melandasi antologi ini, serta menggali makna puisi dalam lanskap sastra modern nusantara.

 

“SIMBIOSIS”: PUISI SEBAGAI JEMBATAN PERADABAN

Lebih dari sekadar buku, “Simbiosis” adalah simbol kolaborasi lintas budaya. Di dalamnya, tertanam semangat persaudaraan, penghormatan terhadap tradisi, dan harapan bagi masa depan sastra Melayu yang semakin kuat dan mendunia.

Diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Malaysia, buku ini akan tersedia mulai Mei 2025 dengan harga RM23 per eksemplar. Tak sekadar menjadi koleksi, “Simbiosis” diharapkan bisa menginspirasi generasi muda untuk terus menulis dan merawat puisi sebagai bagian dari kehidupan.

Harlym Yeo (Penulis dan Sastrawan Malaysia): Kurator Buku Antologi Puisi “SIMBIOSIS” dan moderator bedah buku “SIMBIOSIS” di Acara IMLF 3 (8-12 Mei 2025) di Padang, Sumatera Barat. Sumber Gambar: Harlym Y.

Sastrawan Negara Dato’ Rahman Shaari (Malaysia) dalam kata pengantarnya menulis:

“Saya menganggap upaya penghimpunan dan penerbitan buku ini sebagai langkah luar biasa dalam memperkaya puisi berbahasa Melayu.”

Baginya, “Simbiosis” bukan hanya sebuah buku, tetapi sebuah warisan yang akan terus mengalir dan berkembang, melampaui zaman.

KENAPA PUISI MASIH RELEVAN?

Di dunia yang semakin sibuk dan terfragmentasi, puisi hadir sebagai ruang perenungan. Ia mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, membaca dengan hati, dan merasakan makna dalam setiap kata.

Puisi bukan hanya rangkaian kata-kata indah. Ia memiliki kekuatan untuk menyentuh hati, membangkitkan emosi, dan menghidupkan kembali sensitivitas manusia terhadap kehidupan. Di tengah dunia yang penuh perbedaan, puisi menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan hati dan pikiran.

Dan inilah yang ditawarkan “Simbiosis”—sebuah antologi yang membuktikan bahwa kata-kata masih memiliki kekuatan untuk menghubungkan manusia, melintasi batas geografis, bahasa, dan ideologi.

MERAYAKAN PUISI, MERAWAT MAKNA KEHIDUPAN

Ketika sebuah buku puisi lahir, ia bukan hanya sekumpulan halaman yang berisi bait-bait, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan jiwa zaman.

Dengan peluncuran buku antologi “Simbiosis” di IMLF-3, dunia sastra merayakan lebih dari sekadar sebuah buku—ia merayakan komitmen bahwa sastra harus terus hidup, tumbuh, dan berkembang.

Jika Anda seorang pecinta puisi, penulis yang mencari inspirasi, atau sekadar seseorang yang ingin kembali merasakan keajaiban kata-kata, “Simbiosis” adalah buku yang tidak boleh dilewatkan.

Karena selama manusia masih menulis dan membaca, selama masih ada yang mendengarkan suara dari bait-bait yang abadi, maka puisi akan selalu hidup.

Saksikan peluncuran “Simbiosis” di IMLF-3, dan mari bersama merayakan sastra yang menghubungkan kita semua.

————————————–

[LM, Assisted by AI, Tim Redaktur Suaraanaknegerinews.com]

(Images and Original Information sources: Harlym Yeo; Leni M., Satu Pena Sumbar – IMLF-3)
—————————————–
Untuk mengetahui berita proses dan progres persiapan IMLF-3, pembaca bisa meng-klik link official berikut ini:

1.https://suaraanaknegerinews.com/imlf-iii-2025-persiapan-festival-literasi-minangkabau-untuk-dunia-literasi-sastra-seni-dan-budaya-nusantara-menuju-panggung-global/

2.https://suaraanaknegerinews.com/imlf-iii-2025-minangkabaus-literacy-in-languanges-literature-arts-cultural-and-creative-economic-festival-stepping-onto-the-global-stage/

Baca juga:

Anthology “Simbiosis” Set to Launch at International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-3) in Padang, West Sumatra: Weaving Poetry, Bridging Civilizations