April 16, 2026

Bapas Saumlaki Bekali Klien Pemasyarakatan dengan Pendekatan Psikologi

Oleh: joko

Bangkit dan Mandiri: Pembinaan Kepribadian Bapas Saumlaki Dukung Reintegrasi Sosial

Program pembinaan mental dan karakter di Balai Pemasyarakatan Kelas II Saumlaki hadirkan psikolog untuk membantu klien mempersiapkan kehidupan baru.

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Aula Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Saumlaki pada Selasa (24/9/25) sore terasa berbeda. Suasana hangat dan penuh harapan menyelimuti kegiatan Bimbingan Kepribadian yang diikuti 20 klien pemasyarakatan.

Dengan tema “Bangkit, Mandiri, dan Siap Kembali ke Masyarakat”, kegiatan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan mental dan karakter bagi warga binaan yang sedang menjalani proses reintegrasi sosial.

Psikolog Agustin Yuni H.B., yang dihadirkan sebagai narasumber, menekankan bahwa kesiapan mental dan kecakapan sosial memegang peranan vital dalam perjalanan para klien menuju kehidupan yang lebih baik.

“Pembinaan kepribadian bukan hanya soal kerohanian, tetapi juga tentang kemampuan mengenali emosi, membangun relasi yang sehat, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab,” ujar Agustin dengan nada hangat.

Simulasi, Diskusi, dan Rencana Pribadi

Tidak hanya mendengar teori, para peserta diajak aktif melalui diskusi interaktif, simulasi, dan penyusunan rencana pribadi pasca pembebasan. Materi yang dibahas meliputi pengembangan potensi diri, manajemen stres, hingga strategi menghadapi tantangan di lingkungan sosial. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter dan mempersiapkan mereka menghadapi berbagai dinamika di luar tembok lembaga pemasyarakatan.

Apresiasi dan Harapan dari Pihak Bapas

Secara terpisah, Kepala Bapas Kelas II Saumlaki, Hesta Van Harling, menyampaikan apresiasinya kepada para pihak yang telah berkontribusi dalam pembinaan ini.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, mendorong klien lebih percaya diri, dan siap menghadapi kehidupan yang lebih baik di luar nanti,” tuturnya.

Hesta menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Pembimbingan kepribadian akan dilaksanakan secara rutin oleh Bapas Saumlaki bekerja sama dengan profesional seperti rohaniawan, psikolog, dan pekerja sosial. Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung proses reintegrasi sosial yang holistik dan berkelanjutan.

Pendekatan Humanis dalam Pemasyarakatan

Program seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi juga memulihkan martabat manusia dan membuka jalan menuju kemandirian. Dengan bekal pengetahuan psikologis dan keterampilan hidup, para klien pemasyarakatan memiliki kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan kembali ke masyarakat dengan lebih percaya diri.

#Sumber: bapastanimbar