April 18, 2026

Kilau Intelektual Nusantara : 23 Mahasiswa S3 UM Sumbar Ukir Jejak Akademik di UPM Malaysia

Malaysia – Rabu, 24 September 2025 sebanyak 23 Mahasiswa Prodi Doktor Studi Islam Universitas Muhammadiyah Sumbar berangkat menorehkan sejarah baru dengan mengikuti Program Student Mobility di Universiti Putra Malaysia (UPM). Rombongan dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Mahyudin Ritonga, S.Pd.I, M.A., Kaprodi Doktor Studi Islam Dr. Julhadi, Dekan PAI Dr. Syaflin Halim, dan Kaprodi Magister PAI Dr. Rahmi.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Dekan serta civitas akademika Fakultas Teknologi UPM. Pertemuan tersebut semakin hangat dengan pertukaran cinderamata, yang menandai eratnya ikatan kerja sama akademik antara UM Sumbar dan UPM.

Direktur Pascasarjana UM Sumbar, Prof. Mahyudin Ritonga, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen institusinya dalam mendidik calon doktor yang berwawasan global.

“Program Student Mobility ini dirancang sebagai bagian integral dari kurikulum. Mahasiswa tidak hanya sekadar berkunjung, tetapi terlibat aktif dalam diskusi akademik dan presentasi penelitian di forum internasional. Rekognisi 5 SKS yang mereka peroleh setara dengan penyelesaian satu mata kuliah inti, yang menunjukkan betapa seriusnya kami memandang pengalaman internasional ini,” ungkap Prof. Mahyudin.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa interaksi langsung dengan akademisi dan budaya akademik di negara tujuan akan memperkaya perspektif mahasiswa.

“Ketika meneliti tentang Islam, perspektif komparatif dari negara dengan populasi Muslim mayoritas seperti Malaysia dan minoritas seperti Thailand sangatlah berharga. Hal ini akan mendekonstruksi wawasan keilmuan dan membuat disertasi yang dihasilkan lebih relevan secara global,” tambahnya.

Urgensi Student Mobility bagi Mahasiswa Program Doktor

Program Student Mobility pada level doktor memiliki nilai strategis yang lebih tinggi dibandingkan jenjang sarjana atau magister. Urgensinya tampak pada beberapa aspek berikut:

1. Pengujian dan Pengayaan Disertasi

Disertasi doktor menuntut orisinalitas dan kontribusi ilmiah. Presentasi di forum internasional memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh critical feedback dari pakar lintas negara, memperkuat metodologi, analisis, dan temuan penelitian.

2. Membangun Jaringan Akademik Internasional

Kolaborasi riset dan publikasi internasional menjadi keharusan. Melalui Student Mobility, mahasiswa bertemu calon mitra riset, co-author, dan institusi akademik yang relevan bagi pengembangan karier mereka.

3. Meningkatkan Kompetensi Global dan Comparative Perspective

Doktor dituntut berpikir melampaui batas lokal. Dengan berinteraksi langsung di negara lain, mereka memperoleh perspektif komparatif yang memperkaya analisis keilmuan.

4. Mempersiapkan Karier Akademik yang Terhubung Global

Lulusan doktor diproyeksikan menjadi akademisi unggul. Pengalaman presentasi internasional memberi nilai tambah signifikan, menempatkan mereka pada posisi strategis dalam persaingan global.

Salah seorang mahasiswa, Amrizon, mengungkapkan antusiasmenya.

“Ini kesempatan emas untuk menguji preliminary findings disertasi saya tentang ‘Moderasi Islam di Asia Tenggara’ di hadapan para ahli Malaysia. Masukan mereka sangat berharga untuk menyempurnakan penelitian. Selain itu, rekognisi SKS membuat kami semakin termotivasi untuk mempersiapkan presentasi dengan serius,” ujarnya penuh semangat.

Senada dengan itu, Muhammad Jahar Bulek, mahasiswa lainnya, menuturkan bahwa pengalaman ini bukan hanya akademik, tetapi juga spiritual.

“Belajar di luar negeri membuat kami menyadari luasnya cakrawala Islam, sekaligus memperkuat tekad untuk menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tanah air,” ucapnya penuh haru.

Meneguhkan Kiprah Global UM Sumbar

Program Student Mobility ini menjadi tonggak penting bagi UM Sumbar dalam meneguhkan kiprahnya di kancah akademik internasional. Kolaborasi lintas negara tidak hanya memperkuat reputasi institusi, tetapi juga memperluas cakrawala mahasiswa agar siap tampil sebagai intelektual Nusantara yang mendunia.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, 23 mahasiswa doktoral ini membawa nama baik UM Sumbar sekaligus menorehkan kilau baru dalam peta keilmuan global.

Kontributor : Dafril, Tuanku Bandaro