April 18, 2026

Pastor Pius Heljanan MSC Teguhkan Iman, “Ini Aku, Jangan Takut”

IMG-20260418-WA0007

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Perjalanan iman yang kerap diwarnai tantangan dan badai kehidupan menjadi inti refleksi rohani yang disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (18/4/2026).

Dalam suasana pagi yang tenang, umat diajak menyelami makna iman yang tidak selalu berjalan mulus, melainkan kerap diuji oleh berbagai persoalan hidup. Pastor Pius menegaskan bahwa justru dalam situasi itulah kehadiran Tuhan menjadi nyata dan memberi kekuatan.

“Yesus mendatangi para murid yang ketakutan dihantam badai pada malam hari di danau. ‘Ini Aku, jangan takut!’” ungkapnya, mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya dalam ketakutan.

Ia menekankan bahwa iman bukanlah jalan untuk menghindari masalah, tetapi jalan untuk menghadapi realitas hidup dengan pengharapan. “Beriman pada Yesus tidak menyingkirkan aneka persoalan dalam hidup.

Sebaliknya memberi kita kekuatan, peneguhan, dan harapan untuk mampu menghadapi segala tantangan hidup,” tutur Pastor Pius Heljanan MSC.

Lebih lanjut, Pastor Pius mengajak umat untuk terus mencari dan bersandar pada kuasa Kristus dalam setiap situasi kehidupan. Ia menegaskan bahwa Tuhan memahami setiap pergumulan manusia dan hadir secara personal dalam perjalanan iman setiap orang.

“Yesus tahu segala kondisimu. Ia akan mendatangimu dan masuk tinggal dalam perahu dirimu. Ia akan menghardik badai yang membuatmu takut, sedih, kecewa, putus asa,” katanya.

Refleksi tersebut menjadi pengingat bahwa dalam setiap perjalanan iman, kehadiran Tuhan adalah sumber kekuatan utama. Ketika manusia membuka diri dan tetap percaya, badai kehidupan tidak lagi menjadi ancaman, melainkan bagian dari proses pendewasaan iman.

“Bila Yesus bersamamu dalam perahu hidupmu, akan ada sukacita dan kedamaian,” tutup Pastor Pius, menegaskan bahwa iman yang teguh akan selalu menemukan terang, bahkan di tengah gelombang kehidupan yang paling berat.(rls:ph/jk)