April 20, 2026
aspar cahaya pagi

Aspar Paturusi

Entah galau apa merasuki hatinya
Sepasang matanya memandang jauh ke depan
seolah tatapannya tak bergeser dari tarian ombak
di tengah laut sana

Tak dipedulikannya sengatan cahaya matahari
yang bisa membakar kulitnya
Ia diam. Laut pun tampak diam
Mungkin ia bisa memahami bahasa laut
yang pernah puluhan tahun diarunginya
Pengalaman apa, entah apa, yang kini menjadi sebab
Ia selalu berdiri sendirian di tepi pantai, petang atau pagi

Di laut itu, hatinya, hanyut bersama arus di dasar laut
Ia diam. Laut pun tampak diam
Atau mungkin di hatinya, juga di kedalaman laut
ada yang tak henti bergolak, pada setiap saat
Diamnya, amat mungkin, ibarat onggokan sekam
di dalamnya ada bara tak padam-padam

Jakarta, 5 Maret 2014