April 22, 2026

Belajar dari Simon Petrus: Pesan Pastor Pius tentang Taat dan Berkat

Oleh: joko

Dari Laut ke Hati: Renungan Pastor Pius Heljanan, MSC di Saumlaki, Ketaatan Membuka Pintu Berkat Tuhan

Ketaatan yang Membawa Keberlimpahan, melepaskan Kenyamanan Duniawi, bersama Tuhan dalam Misi Penyelamatan

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Kamis pagi, 4 September 2025 – Suasana hening di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, seketika dipenuhi dengan sapaan hangat iman dari Pastor Pius Heljanan, MSC, gembala umat di Kuasi Paroki tersebut.

Dalam renungan singkatnya, Pastor Pius mengajak umat untuk kembali merenungkan arti ketaatan pada perintah Tuhan. Dengan mengutip kisah Injil Lukas 5:1-11, ia menekankan bahwa berkat Tuhan selalu hadir ketika manusia mau membuka hati dan mengikuti kehendak-Nya.

Ketaatan yang Membawa Keberlimpahan

Atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga,” ucap Pastor Pius mengulang jawaban Petrus kepada Yesus. Ia menjelaskan bahwa meski para murid sudah kecewa karena gagal menangkap ikan semalaman, mereka tetap mau mendengarkan firman Tuhan. Hasilnya, berkat luar biasa pun tercurah dengan tangkapan ikan yang berlimpah.

“Seringkali ada anak Tuhan yang mengabaikan firman-Nya. Namun, murid sejati adalah mereka yang setia mendengarkan firman, mau bertobat, dan taat pada perintah-Nya,” ungkap Pastor Pius.

Melepaskan Kenyamanan Duniawi

Lebih jauh, Pastor Pius mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam kenyamanan duniawi. “Kesediaan melepaskan hal-hal duniawi dan membuka diri untuk dipakai Tuhan adalah langkah penting dalam perjalanan iman. Ketaatan kita bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi bagi keselamatan sesama,” jelasnya.

Bersama Tuhan dalam Misi Penyelamatan

Pastor Pius menegaskan bahwa hidup bersama Tuhan adalah kerja sama yang indah. “Bekerjasamalah dengan Tuhan. Maka, berkat berlimpah akan hadir dalam hidupmu,” katanya penuh keyakinan.

Renungan sederhana namun penuh makna itu menjadi pengingat bagi umat di Tanimbar Selatan, bahwa ketaatan bukan sekadar kewajiban rohani, melainkan jalan menuju keberkahan hidup yang sejati.