Bergerak, Atau Terlindas: Kisah Dedikasi Prof. Mahyudin Ritonga Membawa Pascasarjana UMSB Melambung ke Puncak Prestasi
PADANG-Sebuah era kepemimpinan yang penuh dinamika dan prestasi gemilang resmi berakhir pada 10 Januari 2026, namun warisan dan inspirasi yang ditinggalkannya akan terus menjadi energi penggerak kemajuan. Prof. Dr. Mahyudin Ritonga, S.Pd.I, M.A., putra terbaik asal Desa Aek Urat (dulu Purbatua), Tapanuli Selatan, telah menyelesaikan dua periode amanahnya sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumatera Barat) dengan segudang capaian yang membanggakan.
Di bawah kepiawaiannya, pascasarjana UMSB bukan hanya berkembang, tetapi melesat dengan akselerasi luar biasa, menorehkan tinta emas dalam peta pendidikan tinggi Indonesia. Dengan visi yang tajam dan semangat yang tak kenal lelah, pria yang akrab disapa Prof. Mahyudin ini telah membawa institusi tersebut ke jenjang yang sebelumnya mungkin hanya berupa angan.
Prestasi Akademik yang Mengubah Paradigma
Selama masa kepemimpinannya, Prof. Mahyudin berhasil merancang dan mengimplementasikan sejumlah terobosan strategis yang dampaknya dirasakan langsung oleh sivitas akademika dan stakeholder:
Peningkatan Kualitas Akreditasi Spektakuler: Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam berhasil meraih akreditasi UNGGUL, sebuah predikat tertinggi yang menjadi bukti kualitas akademik yang tak terbantahkan.
Ekspansi dan Diversifikasi Program Unggulan: Dia berhasil membuka program studi strategis dan dibutuhkan masyarakat, S2 Ilmu Pertanian yang sekarang sudah terakreditasi Baik Sekali, S2 Ilmu Hukum dan S2 Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhshiyyah). Namun, mahkota kebanggaan terbesar adalah pembukaan Program Studi S3 (Doktor) Studi Islam, yang menandai kematangan dan kapasitas UM Sumatera Barat dalam penyelenggaraan pendidikan tertinggi.
Jejaring Global: Pascasarjana UM Sumatera Barat berhasil membangun dan menguatkan jejaring kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat baik di tingkat Nasional maupun Internasional, membuka akses seluas-luasnya bagi dosen dan mahasiswa.
Mendorong Kultur Riset dan Pengembangan SDM, bagi Prof. Mahyudin, kemajuan institusi harus berbanding lurus dengan kemajuan sumber daya manusianya. Dengan motivasi tinggi, ia mendorong atmosfer akademik yang dinamis: hal ini terbukti dengan:
Mahasiswa Peneliti: Dia mendorong mahasiswa pascasarjana untuk aktif dalam penelitian dan publikasi, bahkan berhasil membimbing beberapa mahasiswa meraih hibah penelitian kompetitif Nasional untuk tingkat Magister.
Revolusi Karir Dosen: Salah satu warisan terbesarnya adalah keberhasilannya mendobrak zona nyaman dosen. Sejak 2022, atas dorongan dan dedikasinya, puluhan dosen berhasil naik jabatan dari Lektor menjadi Lektor Kepala. Ini adalah langkah strategis yang mempersiapkan calon-calon Guru Besar baru, menyemai benih kesinambungan keunggulan akademik di UM Sumatera Barat.
Reputasi dan Kepercayaan Publik: Kepercayaan masyarakat terhadap Pascasarjana UM Sumatera Barat meningkat signifikan, menjadikannya pilihan utama bagi para profesional dan akademisi di Sumatera Barat dan sekitarnya untuk melanjutkan studi Magister dan Doktor.
Kepemimpinan yang Tetap Berkontribusi di Kancah Global. Menariknya, kesibukan sebagai pimpinan pascasarjana tidak menghalanginya untuk tetap aktif berkontribusi pada khazanah keilmuan global. Prof. Mahyudin dikenal sebagai reviewer aktif untuk berbagai jurnal nasional dan internasional terindeks Scopus dan Web of Science (WOS), membuktikan kapasitasnya diakui secara luas.
Pesan Penutup yang Menggugah: “Bergeraklah!” Di akhir masa jabatannya, Prof. Mahyudin Ritonga meninggalkan pesan filosofis dan menggugah bagi seluruh insan akademik, terutama penerus kepemimpinan di Pascasarjana UM Sumatera Barat:
“Bergeraklah, kalau tidak kita akan terlindas.”
Pesan ini menjadi mantra sekaligus peringatan. Dia menekankan pentingnya inovasi tiada henti pada aspek Caturdharma: pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan. “Merasa nyaman dengan pencapaian saat ini hanya akan membuat kita stagnan. Yang dibutuhkan adalah berkembang secara terus-menerus hingga mencapai puncak kemapanan lembaga,” tegasnya.
Mengutip firman Allah SWT dalam QS Ar-Ra’d: 11, ia menguatkan pesannya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Pesan penutupnya pun penuh semangat: “Tetap Semangat buat insan Akademik UM Sumatera Barat.”
Dengan rekam jejak yang solid, visi yang futuristik, serta kapasitas keilmuan yang diakui global, tidak mengherankan jika nama Prof. Dr. Mahyudin Ritonga, S.Pd.I, M.A. kini banyak menjadi perhatian lembaga pendidikan tinggi, baik nasional maupun internasional, untuk mendapat pencerahan langsung dari Mantan Direktur Pascasarjana UM Sumatera Barat, baik sebagai pembicara, konsultan pengembangan pascasarjana, atau bahkan menjadi guru besar tamu. Perjalanannya dari Desa Aek Urat hingga membawa Pascasarjana UM Sumatera Barat ke puncak prestasi adalah bukti nyata bahwa dengan semangat bergerak, sebuah institusi bisa melampaui batas dan mengukir sejarah.